Rabu, 11 Juli 2012

Apa itu Tarot?


Apa itu Tarot?

            Tarot berarti :
·                Media alternatif untuk melihat dinamika kepribadian.
·                Melihat rangkaian kehidupan dengan simbol.
·                Memahami pentingnya arketipe.
·                Mengubah perspektif kehidupan.



Itulah jawaban dari pertanyaan yang sering diajukan orang. Disini kita akan memberikan pemahaman tentang tarot dan bagaimana tarot bisa mempengaruhi kehidupan kita tanpa embel-embel mistis. kitaakan menjelaskan bagaimana tarot berkembang selama berabad-abad hingga menjadi sebuah metode untuk mengeksplorasi pikiran bawah sadar diri sendiri.

The Lover
Tarot merupakan kartu bergambar yang jumlahnya 78. kartu ini terdiri dari 2 kelompok, yaitu acrana mayor (22 kartu) dan arcana minor (56 kartu). Arcana minor memiliki 4 elemen: piala, pedang, tongkat, dan koin. Masing-masing elemen tersebut bersimbol Pembantu,Perwira,Ratu,dan Raja, yang sering disebut sebagai kerajaan atau pengadilan.

Arketipe adalah komponen struktur dari ketidaksadaran kolektif dan suatu bentuk pikiran universal yang mengandung unsur emosi yang besar. Bentuk pikiran ini menciptakan gambaran-gamabaran atau visi-visi yang dalam kehidupan sadar berkaitan dengan aspek tertentu dari suatu situasi. Asal-usul arketipe, misalnya, melalui deposit permanen dalam jiwa yang terulang banyak generasi, seperti keyakinan akan adanya dewa arketipe-nya Matahari. Sumber:www.wkikipedia.com

Pepatah Cina mengatakan sebuah gambar bernilai 10.000 kata, arinya, gambar kartu tarot memiliki banyak makna. Setiap saat kita dapat melihat gambar tarot dan menginterpretasikan apa yang kita lihat dengan cara berbeda, berdasarkan pengalaman dan pikiran kita sendiri, layaknya seorang dokter yang tidak akan melihat sebuah penyakit seperti cara seorang mantri melihatnya.

Menganalisis simbol tarot adalah fungsi sesungguhnya dari pikiran kita, baik sadar maupun tidak. Ya, seringkali kita tidak sadar bahwa menafsirkan simbol dengan cara tertentu membuat kita berfikir, merasa, dan bertindak. Nah, disinilah tarot berfungsi. Terot dapat membantu kita menyadari bagaimana kita melihat dunia kita sendiri. setelah menyadari cara menginterpretasikan simbol menjadi hidup, kita mempunyai kesempatan untuk mengunbah cara pandang menjadi lebih baik.

Namun, persoalannya, ketika dimainkan dengan cara berbeda tanpa disadari pola yang baku, tarot bisa diasosiasikan sebagai cara mencari pembenaran pribadi si pewacana tarot, bukan kebenaran yang hakiki. Tidak heran, kita sering menjumpai ahli tarot yang tidak berpengalaman memberikan interpretasi simbol yang menyimpang dari pola yang terpuji kebenarannya. Pada akhirnya klien bisa salah perpesi, bahkan diberi janji-janji pada kehidupan mendatang, bukan sebagai media eksplorasi pikiran. Bagaimanapun juga tidak ada alat ukur yang pasti dan mampu melihat mas depan, kecuali pewacana tarot adalah peramal, dukun, paranormal, atau orang yang memiliki kekuatan gaib. Tarot datang untuk menata ulang pikiran bawah sadar kita yang tak mungkin dijangkau oleh siapa pun, juga untuk mempersiapkan diri kita menata hidup yang lebih baik. Tarot bukanlah alat ukur yang memberikan kepastian hidup. Tarot memberi informasi melalui pikiran bawah sadar yang diteruskan ke pikiran sadar untuk ditindaklanjutkan.

Mungkin kita tidak menyadari bahwa kahidupan kita dibentuk berdasarkan simbol-simbol berupa kayakinan, agama, budaya, ras, kehidupan sosial, dan lainnya. Demikian pula dengan simbol yang ada pada tarot, sangat penting memahami bagaimana tarot bekerja dan hadir dalam pikiran bawah sadar kita karena bisa dijadikan sebagai pola kehidupan.

Arketipe yang tertanam dalam pikiran bawah sadar kita adalah bagian pikiran yang bebas dari kesadaran. Misalnya, ketika kita melihat gambar ketupat atau masjid yang dihiasi ornamen Lebaran, kita berpikir tentang suasana Idul Fitri, salat Id, dan saling memanfaatkan. Dengan demikian, arketipe mengirimkan pesan singkat ke pikiran bawah sadar kita terhadap respons yang beragam. Seperti yang kita ketahui, arketipe memiliki dua pemahaman, yaitunarketipe pribadi atau personal yang merupakan simbol-simbol berdasarkan pengalaman pribadi dan erketipe impersonal atau universal yang didasarkan pada pengalaman kemanusiaan. Misalnya, gambar ular menunjukkan perbedaan antara arketipe pribadi dan universal. Ketika kita mengucapkan kata ular kepada seseorang, kata itu akan membangkitkan asosiasi, pikiran, dan perasaan tertentu. Meskipun satu orang mengasosiasikan ular dengan binatang yang lucu, menyenangkan, dan beberapa tidak berbisa, bagi orang lain ualr dapat diasosiasikan dengan persaan takut, jijik, dan bau. Inilah yang disebut arketipr pribadi.

Demikian juga dengan permainan tarot, ada yang mengasosiasikan tarot dengan sebuah permainan yang memanfaatkan makhluk halus dan mistis sehingga dianggap musyrik, syirik, dan tak bermanfaat. Namun, bagi kalangan tertentu, tarot bisa dijadikan sarana konseling kepribadian dan memiliki konsep yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Semua bergantung pada pemahaman dan pengalaman masing-masing individu. Inilah yang disebut arketipe universal.

Arketipe universal pada umumnya berbasis pada mitos atau budaya yang dibawa orang-orang terdahulu dan telah tertanam dalam ketidak sadaran kolektif diri kita telah dijelaskan pada buku saya yang berjudul Tarot psikologi. Arketipe universal yang berhubungan dengan ular, misalnya, digunakan sebagai simbol ilmu kesehatan, kehormatan, dan spiritual. Ketika ular pada simbol tarot di tafsirkan, baik arketipe pribadi maupun universal,perlu ditimbangkan pula perspektif yang seimbang. Ini adalah salah satu tujuan interpretasi simbol kartu tarot.

Sesungguhnya hidup ini adalah rangkaian simbol. Kita bisa mengubah asosiasi gambar kehidupan hidup diri kita sendiri karena arketipe dapat membantu setiap pribadi menemukan cara bersikap dan menentukan apa yang terpenting dalam hidup. Jika simbol terus ada dalam kehidupan, tentu selalu ada kesempatan untuk mempengaruhi pola hidup kita selanjutnya.



1 komentar: