šimbol dalam budaya merupakan bagian dari komunikasi. Budaya Jawa adalah salah satu budaya yang sarat akan simbol.
Di kehidupan kita sehari-hari banyak hal yang kita temui merupakan hal yang biasa saja, tetapi dalam Budaya Jawa, hal yang biasa tersebut dalam peristiwa tertentu bisa merupakan simbol dengan makna tertentu.
Siapa yang tak kenal Tumpeng❓
Dalam Budaya Jawa, ššŖš¢š„šš£š š¢šš§šŖš„šš šš£ šØšš¢šš¤š” šš š¤šØššØš©šš¢ š šššššŖš„šš£ šš šš”šš¢.
Dan tahukah anda bahwa Tumpeng itu merupakan singkatan, yang arti singkatan tersebut adalah ššš£šŖšØšš šš©šŖ ššš§šŖšØ ššššŖš„ š¢šš£šŖššŖ ššš”šš£ ššŖššš£. Makna filosofinya cukup dalam bukan ❓
Ternyata cara memotong tumpeng dengan memotong bagian atasnya, dapat diartikan seperti memotong hubungan manusia dengan Tuhan... lho⁉️ š¤
šššššššš šššššš ššššššššš
š²ššššš.šš , 30 š±ššš 2020
š»umpeng merupakan salah satu perlengkapan upacara yang ada pada setiap ritual Jawa. Beberapa tujuan menyajikan tumpeng dalam acara kehidupan manusia antara lain, mensyukuri rahmat Tuhan, memohon perlindungan dan keselamatan, memperingati peristiwa penting, serta sebagai sarana agar keinginan dapat terkabul. Warna pada nasi tumpeng dan kelengkapannya disesuaikan dengan tujuannya. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menetapkan tumpeng sebagai ikon kuliner nasional.
Tumpeng merupakan kependekan dari “š©šŖš¢šš„šš šš£š š„šš£ššŖš§šš„šš£ - š©šŖš¢šš£ššš š”šš¢š„šš£šš©šŖš¢šŖššŖ ššš£ššš§šš£”, yang artinya manusia itu harus hidup menuju jalan Tuhan. Dalam naskah Ramayana, Arjuna Wijaya, dan Kidung Harsa Wijaya, dikemukakan bahwa tumpeng selalu menjadi hidangan dalam berbagai pesta, di dalam šš¦š³š¢šµ šš¦šÆšµš©šŖšÆšŖ, tumpeng dikenal dalam berbagai peristiwa makan.
Dalam khazanah budaya Jawa, tumpeng sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu di Nusantara. Tumpeng merupakan simbol ekosistem kehidupan di alam. Di sekitar nasi terdapat aneka sayur dan daging (ayam/kambing/
sapi), melambangkan alam kehidupan yang terdiri atas tumbuhan, binatang, dan manusia.
š š®šøš»š® šš²š»šššø šš²šæšš°šš:
šŗ️ Simbolisasi dari gunung (meru),
šŗ️ Sebagai wujud harapan kehidupan yang lebih baik,
šŗ️ Keagungan Tuhan
šššøššš®š»
Dulu tumpeng dibentuk dengan anyaman bambu yang disebut “kukusan”. Cetakan tumpeng sekarang memiliki bentuk yang beragam (dan terbuat dari bahan logam-aluminium)
ššŖšØššŖš¢ ššŖš§š£š š½ššš š©š ššš§š©šš¬š di TMII, bentuk bangunannya berbentuk kerucut merupakan adaptasi dari bentuk nasi tumpeng, sebagai simbolisasi dari rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
šššŗš¹š®šµ š š²š»š š§šš·ššµ š š®š°š®šŗ
Lauk pauk dalam tumpeng berjumlah Tujuh macam. Tujuh dalam bahasa Jawa disebut “ššš©šŖ”. Pitu mengacu pada kata “ššš©šŖš”šŖš£ššš£” atau “Pertolongan”. Pertolongan yang dimaksud adalah memohon pertolongan kepada Tuhan.
➊ š¼š®šš¢. Selain ayam, sapi juga mewakili hewan darat
➋ ššš”šŖš§ ššššŖšØ (š©šššš ššš šŖš„ššØ š šŖš”šš©š£š®š).
Sebelum bertindak menyusun rencana dengan baik dulu.
➌ šš šš£ ššš”š. Kerendahan hati.
➍ šš šš£ ššš§š. Kerukunan.
➎ ššš¢š„š ššššš£š.
➏ ššš®šš ššššš£š.
➐ ššš®šŖš§ šš§šš„/ššŖššš£ššš£.
Mewakili tumbuhan di darat yang biasa dibudidayakan petani.
▪Kacang panjang - agar manusia berpikir panjang.
▪Kangkung - dapat hidup dengan baik
▪Bayam - kehidupan yang damai
▪Kluwih - melambangkan kepandaian
▪Taoge - melambangkan kreatifitas, kesuburan dan kemudahan hidup.
Alas Tumpeng yang terbuat dari daun pisang dibuat ššš£š©šŖš ššš©šššš§š dan menunjukkan arah mata angin:
šØšš®šæš® : • Wisnu • Hitam • Malam (Hewani/daging)
š§š¶šŗššæ : • Pagi • Iswara • Putih (Bakakak Hayam)
š¦š²š¹š®šš®š» : • Siang • Brahma • Daksina • Merah (Sayuran)
šš®šæš®š : • Sore • Mahadewa • Pasima • Kuning (Makanan tahan lama)
šš²šÆš²šæš®š½š® šš²š»š¶š š§ššŗš½š²š»š“:
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š ššššš£š. Biasanya ada untuk merayakan š¬š¦šš¢š©šŖš³š¢šÆ, agar anak yang lahir menjadi anak cerdas. Tumpeng ini dibuat agar orang yang mengadakan acara selalu diberikan rejeki dan keselamatan.
▪Telur: embrio kehidupan
▪Nasi warna putih: kesucian
▪Sayuran: sejahtera dan banyak rezeki
▪Conthong: daun pisang dengan ujung dipotong
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š šš¤šš®š¤š£š. Dulu tumpeng ini disajikan untuk acara besar, seperti musim panen dan dalam š¶š±š¢š¤š¢š³š¢ š“šŖš³š¢š®š¢šÆ dalam pernikahan adat Jawa. Robyong memiliki arti
berbondong-bondong.
▪ Ujung lidi dibungkus kapas: menunjukan arah mata angin
▪ Cabai, Bawang Merah, Telur
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š ššš„šŖš§šš£š©š¤. Tumpeng digunakan sebagai bentuk š±š¦š³š®š°š©š°šÆš¢šÆ š®š¢š¢š§ kita kepada orang lain apabila kita malu untuk mengucapkan secara langsung dan terbuka.
Nasi warna biru blawu melambangkan. permohonan maaf. Warna biru blawu dihasilkan dari bunga telang.
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š šæšŖš„š”šš . Tumpeng ini dibuat š¢šØš¢š³ š“š¦šØš¢šš¢ š±š¦š³š®šŖšÆšµš¢š¢šÆ š±š¦š®š°š©š°šÆ š„šŖš¬š¢š£š¶šš¬š¢šÆ šš¶š©š¢šÆ. Sebelum nasi akan dicetak, terlebih dahulu diletakan telur ayam rebus yang masih berkulit pada puncak tumpeng.
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š ššŖš£šš šŖš§. Tumpeng ini khusus untuk acara š¬š¦š®š¢šµšŖš¢šÆ. Disebut tumpeng pungkur karena seolah-olah yang berdempetan adalah bagian punggung dari setengah kerucut nasi tersebut, saling “ungkur-ungkuran”
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š ššŖš£šš§. Pada umumnya tumpeng ini dibuat untuk š“šŗš¶š¬š¶š³š¢šÆ š¶šš¢šÆšØ šµš¢š©š¶šÆ, sebagai wujud harapan pemohon agar harta dan kekayaannya bertambah.
Tumpeng berwarna kuning melambangkan kebahagiaan dan kegembiaraan (dalam hal ini datangnya kehadiran anak dalam keluarga).
▪Tumpeng ditata pada wadah “tampah” yang diberi alas daun pisang yang dibentuk dan dihias.
▪Nasi berwarna kuning (dari pewarna kunyit) melambangkan kehidupan yang bersinar terang dan cerah, serta kemakmuran dan kekayaan
▪Lauk pauk merupakan simbol dari isi alam ini.
▪Kesatuan butir-butir nasi diartikan kesatuan permohonan masyarakat.
▪Kacang panjang (utuh/tidak dipotong) mengelilingi tumpeng adalah simbol panjang umur.
Masyarakat Yogyakarta memiliki 16 macam tumpeng untuk berbagai keperluan.
1. Adhem-adheman
2. Among-among
3. Alus
4. Blawong
5. Duplak
6. Kapuranto
7. Kendhit
8. Megana
9. Ponco Warno
10. Punar
11. Pungkur
12. Pustoko
13. Robyong
14. Ropoh
15. Seremonial/Modifikasi/ Suka-suka
16. Tumpeng Rasulan
šš®šæš® š š®šøš®š» š§ššŗš½š²š»š“
Sebaiknya nasi diambil dari bawah terlebih dahulu.
Saat selamatan selalu dilakukan pemotongan tumpeng pada bagian atas tumpeng dengan tujuan si pemohon mendapatkan hasil yang
paling baik. Namun memotong tumpeng juga dapat diartikan seperti memotong hubungan manusia dengan Tuhan.
Oleh karena itu sebaiknya memotong tumpeng diganti dengan mengepung tumpeng yang berarti bersama-sama mengambil tumpeng untuk dinikmati bersama-sama.
https://kompas.id/baca/ kompas_multimedia/ hidangan-simbol-kehidupan/
Di kehidupan kita sehari-hari banyak hal yang kita temui merupakan hal yang biasa saja, tetapi dalam Budaya Jawa, hal yang biasa tersebut dalam peristiwa tertentu bisa merupakan simbol dengan makna tertentu.
Siapa yang tak kenal Tumpeng❓
Dalam Budaya Jawa, ššŖš¢š„šš£š š¢šš§šŖš„šš šš£ šØšš¢šš¤š” šš š¤šØššØš©šš¢ š šššššŖš„šš£ šš šš”šš¢.
Dan tahukah anda bahwa Tumpeng itu merupakan singkatan, yang arti singkatan tersebut adalah ššš£šŖšØšš šš©šŖ ššš§šŖšØ ššššŖš„ š¢šš£šŖššŖ ššš”šš£ ššŖššš£. Makna filosofinya cukup dalam bukan ❓
Ternyata cara memotong tumpeng dengan memotong bagian atasnya, dapat diartikan seperti memotong hubungan manusia dengan Tuhan... lho⁉️ š¤
šššššššš šššššš ššššššššš
š²ššššš.šš , 30 š±ššš 2020
š»umpeng merupakan salah satu perlengkapan upacara yang ada pada setiap ritual Jawa. Beberapa tujuan menyajikan tumpeng dalam acara kehidupan manusia antara lain, mensyukuri rahmat Tuhan, memohon perlindungan dan keselamatan, memperingati peristiwa penting, serta sebagai sarana agar keinginan dapat terkabul. Warna pada nasi tumpeng dan kelengkapannya disesuaikan dengan tujuannya. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menetapkan tumpeng sebagai ikon kuliner nasional.
Tumpeng merupakan kependekan dari “š©šŖš¢šš„šš šš£š š„šš£ššŖš§šš„šš£ - š©šŖš¢šš£ššš š”šš¢š„šš£šš©šŖš¢šŖššŖ ššš£ššš§šš£”, yang artinya manusia itu harus hidup menuju jalan Tuhan. Dalam naskah Ramayana, Arjuna Wijaya, dan Kidung Harsa Wijaya, dikemukakan bahwa tumpeng selalu menjadi hidangan dalam berbagai pesta, di dalam šš¦š³š¢šµ šš¦šÆšµš©šŖšÆšŖ, tumpeng dikenal dalam berbagai peristiwa makan.
Dalam khazanah budaya Jawa, tumpeng sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu di Nusantara. Tumpeng merupakan simbol ekosistem kehidupan di alam. Di sekitar nasi terdapat aneka sayur dan daging (ayam/kambing/
sapi), melambangkan alam kehidupan yang terdiri atas tumbuhan, binatang, dan manusia.
š š®šøš»š® šš²š»šššø šš²šæšš°šš:
šŗ️ Simbolisasi dari gunung (meru),
šŗ️ Sebagai wujud harapan kehidupan yang lebih baik,
šŗ️ Keagungan Tuhan
šššøššš®š»
Dulu tumpeng dibentuk dengan anyaman bambu yang disebut “kukusan”. Cetakan tumpeng sekarang memiliki bentuk yang beragam (dan terbuat dari bahan logam-aluminium)
ššŖšØššŖš¢ ššŖš§š£š š½ššš š©š ššš§š©šš¬š di TMII, bentuk bangunannya berbentuk kerucut merupakan adaptasi dari bentuk nasi tumpeng, sebagai simbolisasi dari rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
šššŗš¹š®šµ š š²š»š š§šš·ššµ š š®š°š®šŗ
Lauk pauk dalam tumpeng berjumlah Tujuh macam. Tujuh dalam bahasa Jawa disebut “ššš©šŖ”. Pitu mengacu pada kata “ššš©šŖš”šŖš£ššš£” atau “Pertolongan”. Pertolongan yang dimaksud adalah memohon pertolongan kepada Tuhan.
➊ š¼š®šš¢. Selain ayam, sapi juga mewakili hewan darat
➋ ššš”šŖš§ ššššŖšØ (š©šššš ššš šŖš„ššØ š šŖš”šš©š£š®š).
Sebelum bertindak menyusun rencana dengan baik dulu.
➌ šš šš£ ššš”š. Kerendahan hati.
➍ šš šš£ ššš§š. Kerukunan.
➎ ššš¢š„š ššššš£š.
➏ ššš®šš ššššš£š.
➐ ššš®šŖš§ šš§šš„/ššŖššš£ššš£.
Mewakili tumbuhan di darat yang biasa dibudidayakan petani.
▪Kacang panjang - agar manusia berpikir panjang.
▪Kangkung - dapat hidup dengan baik
▪Bayam - kehidupan yang damai
▪Kluwih - melambangkan kepandaian
▪Taoge - melambangkan kreatifitas, kesuburan dan kemudahan hidup.
Alas Tumpeng yang terbuat dari daun pisang dibuat ššš£š©šŖš ššš©šššš§š dan menunjukkan arah mata angin:
šØšš®šæš® : • Wisnu • Hitam • Malam (Hewani/daging)
š§š¶šŗššæ : • Pagi • Iswara • Putih (Bakakak Hayam)
š¦š²š¹š®šš®š» : • Siang • Brahma • Daksina • Merah (Sayuran)
šš®šæš®š : • Sore • Mahadewa • Pasima • Kuning (Makanan tahan lama)
šš²šÆš²šæš®š½š® šš²š»š¶š š§ššŗš½š²š»š“:
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š ššššš£š. Biasanya ada untuk merayakan š¬š¦šš¢š©šŖš³š¢šÆ, agar anak yang lahir menjadi anak cerdas. Tumpeng ini dibuat agar orang yang mengadakan acara selalu diberikan rejeki dan keselamatan.
▪Telur: embrio kehidupan
▪Nasi warna putih: kesucian
▪Sayuran: sejahtera dan banyak rezeki
▪Conthong: daun pisang dengan ujung dipotong
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š šš¤šš®š¤š£š. Dulu tumpeng ini disajikan untuk acara besar, seperti musim panen dan dalam š¶š±š¢š¤š¢š³š¢ š“šŖš³š¢š®š¢šÆ dalam pernikahan adat Jawa. Robyong memiliki arti
berbondong-bondong.
▪ Ujung lidi dibungkus kapas: menunjukan arah mata angin
▪ Cabai, Bawang Merah, Telur
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š ššš„šŖš§šš£š©š¤. Tumpeng digunakan sebagai bentuk š±š¦š³š®š°š©š°šÆš¢šÆ š®š¢š¢š§ kita kepada orang lain apabila kita malu untuk mengucapkan secara langsung dan terbuka.
Nasi warna biru blawu melambangkan. permohonan maaf. Warna biru blawu dihasilkan dari bunga telang.
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š šæšŖš„š”šš . Tumpeng ini dibuat š¢šØš¢š³ š“š¦šØš¢šš¢ š±š¦š³š®šŖšÆšµš¢š¢šÆ š±š¦š®š°š©š°šÆ š„šŖš¬š¢š£š¶šš¬š¢šÆ šš¶š©š¢šÆ. Sebelum nasi akan dicetak, terlebih dahulu diletakan telur ayam rebus yang masih berkulit pada puncak tumpeng.
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š ššŖš£šš šŖš§. Tumpeng ini khusus untuk acara š¬š¦š®š¢šµšŖš¢šÆ. Disebut tumpeng pungkur karena seolah-olah yang berdempetan adalah bagian punggung dari setengah kerucut nasi tersebut, saling “ungkur-ungkuran”
šŗ️ ššŖš¢š„šš£š ššŖš£šš§. Pada umumnya tumpeng ini dibuat untuk š“šŗš¶š¬š¶š³š¢šÆ š¶šš¢šÆšØ šµš¢š©š¶šÆ, sebagai wujud harapan pemohon agar harta dan kekayaannya bertambah.
Tumpeng berwarna kuning melambangkan kebahagiaan dan kegembiaraan (dalam hal ini datangnya kehadiran anak dalam keluarga).
▪Tumpeng ditata pada wadah “tampah” yang diberi alas daun pisang yang dibentuk dan dihias.
▪Nasi berwarna kuning (dari pewarna kunyit) melambangkan kehidupan yang bersinar terang dan cerah, serta kemakmuran dan kekayaan
▪Lauk pauk merupakan simbol dari isi alam ini.
▪Kesatuan butir-butir nasi diartikan kesatuan permohonan masyarakat.
▪Kacang panjang (utuh/tidak dipotong) mengelilingi tumpeng adalah simbol panjang umur.
Masyarakat Yogyakarta memiliki 16 macam tumpeng untuk berbagai keperluan.
1. Adhem-adheman
2. Among-among
3. Alus
4. Blawong
5. Duplak
6. Kapuranto
7. Kendhit
8. Megana
9. Ponco Warno
10. Punar
11. Pungkur
12. Pustoko
13. Robyong
14. Ropoh
15. Seremonial/Modifikasi/
16. Tumpeng Rasulan
šš®šæš® š š®šøš®š» š§ššŗš½š²š»š“
Sebaiknya nasi diambil dari bawah terlebih dahulu.
Saat selamatan selalu dilakukan pemotongan tumpeng pada bagian atas tumpeng dengan tujuan si pemohon mendapatkan hasil yang
paling baik. Namun memotong tumpeng juga dapat diartikan seperti memotong hubungan manusia dengan Tuhan.
Oleh karena itu sebaiknya memotong tumpeng diganti dengan mengepung tumpeng yang berarti bersama-sama mengambil tumpeng untuk dinikmati bersama-sama.
https://kompas.id/baca/






