Komunitas Tarot Surabaya Fullmoon

Membantu menemukan sejatinya manusia dan menjadi manusia sejati

Komunitas Tarot Surabaya Fullmoon

Membantu menemukan sejatinya manusia dan menjadi manusia sejati

Komunitas Tarot Surabaya Fullmoon

Membantu menemukan sejatinya manusia dan menjadi manusia sejati

Komunitas Tarot Surabaya Fullmoon

Membantu menemukan sejatinya manusia dan menjadi manusia sejati

Komunitas Tarot Surabaya Fullmoon

Membantu menemukan sejatinya manusia dan menjadi manusia sejati.

Kamis, 29 Mei 2014

Hari Tarot Sedunia dan Sparkling Tunjungan

Komunitas Tarot Surabaya ( Full Moon ) memperingati Hari Tarot Sedunia dengan berpawai dan turun mengenalkan tarot ke masyarakat dalam acara Sparkling Tunjungan 


Hari minggu tanggal 25 mei 2014 merupakan hari yang ditunggu oleh para anggota Komunitas Tarot Surabaya ( Full Moon ). Mereka sangat antusias ikut bersinergi  bersama hari itu dengan tarot reader sedunia untuk merayakan Hari Tarot Sedunia sembari berpawai dalam tajuk acara Sparkling Tunjungan.

Gambar 1 - Suasana Antusiasme Masyarakat Kota 
Surabaya dalam Sesi Tarot Reading
Hampir seminggu penuh mereka menyiapkan diri dengan membuat 22 kartu arcana mayor replica dari tarot shadow scape dengan ukuran raksasa (A2) untuk dibawa sewaktu pawai guna memberikan gambaran tentang tarot kepada khalayak yang melihat dan mengikuti sesi tarot reading pada saat acara Sparkling Surabaya.

Komunitas Tarot Surabaya ( Full Moon ) sendiri merupakan komunitas pecinta Tarot yang ada di Surabaya yang berdiri sejak tahun 2009, beranggotakan orang-orang yang suka/cinta dengan Tarot, baik dari sisi Art nya atau pun dari sisi Spiritualnya.

Di dalam acara Sparkling Tunjungan mereka akan berpawai bersama dengan 50 komunitas lain yang beragam menyusuri jalan tunjungan yang dibahu kiri kanannya penuh dengan warga Kota Surabaya yang sedang menikmati bazaar dan tontonan band dengan 6 genre yang berbeda.  Selain itu acara Sparkling Tunjungan ini juga dimeriahkan oleh Koes Plus dan Last Child di panggung utama. Acara ini juga diadakan untuk memeriahkan Ulang Tahun SBO TV yang ke-7 dan Ulang Tahun Kota Surabaya yang ke-721 dengan rentang waktu mulai jam 16.00 – 22.00.  Sembari beristirahat setelah lelah berpawai ria mereka duduk dibahu jalan membuka sesi tarot reading yang disambut sangat antusias dengan warga Kota Surabaya yang menghadiri acara Sparkling Tunjungan.

“Wah, ternyata tarot itu bisa dijelaskan dari sisi psikologi yah, ku pikir isinya cuma hal mistis dan ga bisa dinalar”, komentar dari salah satu pengunjung setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari mas Guruh Nusantara salah satu member Full Moon.

Gambar 2 - Suasana ketika berjalan bersama 50 komunitas lainnya
 berpawai  membawa 22 kartu arcana mayor raksasa
Mereka terlihat sangat antusias, tidak terlihat gurat lelah setelah berjalan selama pawai, semua anggota turun tangan saling bahu membahu untuk menunjukkan kesan positif tentang kata tarot. Kekompakan mereka sangat terlihat dari cara mereka saling melempar canda.

“Mereka ini sudah kayak keluarga buat aku”, Marchelina Yoan salah satu member Full Moon menggambarkan perasaannya terhadap teman-teman se-komunitasnya.

“Semoga dengan seperti ini Tarot akan lebih dikenal secara positif di masyarakat Kota Surabaya”, Eria Andi Anggoro Founder dari Full Moon menanggapi antusiasme yang ada.

Bagi yang tertarik bergabung bisa melihat informasinya di page facebook  mereka dengan alamat https://www.facebook.com/fullmoonsby atau memfollow twitter mereka di @fullmoonsby.

Melalui artikel ini mereka mengirimkan salam hangat kepada seluruh tarot reader diseluruh dunia “Happy World Tarot Day”

(Gur)

Sabtu, 10 Mei 2014

Bunga melati (mlati) 

Mungkin para tarot reader pernah menjumpai beberapa rekan-rekannya sesama tarot reader ada yang menaruh bunga melati di tarot decknya, atau mungkin pada saat mau membacakan client di sebelahnya tarot reader tersebut selalu membawa bunga melati.

Nah disini pasti akan terbersit dipikiran bermacam-macam pertanyaan, kenapa harus bunga melati?, kenapa ada bunga melati?, apa itu semacam sesaji atau untuk makanan perewangan(jin/mahluk halus) tarot reader itu sendiri, ? 

Jangan salah teman-teman ada beberapa alasan kenapa tarot reader membawa bunga tersebut, dan disini admin akan membahasnya :

Alasan pertama :
Bunga melati itu harum, dan terkadang wangi dari bunga melati tersebut bisa mendatangkan kenyamanan dan nuansa rileks/santai baik kepada client ataupun ke tarot reader itu sendiri, terkadang untuk sebagai pengganti bunga melati tarot reader akan membawa aroma terapi (jasmine/melati) baik yang sejenis dupa atau air+minyak yang di bakar di semacam wadah khusus. jadi dengan menciptakan suasana rileks dan nyaman akan diharapkan akan membawa solusi baik dan suasana tenang kepada sang client

Alasan Kedua :
Jangan salah bunga Melati ini memiliki nilai filosofi yang tinggi yaitu bunga ini berbunga tidak mengenal musim. Keharumannya membuat suasana hati lebih damai. Orang Jawa memaknainya menjadi rasa "melad saka njero ati", kepanjangan dari kata 'mlati'. Maksudnya seseorang itu dalam berucap selalu tulus dari hati yang dalam (njero ati).

Apa yang diucapkan hendaknya baik dan mengutamakan ketulusan. Ojo asmuni. Asal muni (asal bicara). Berucap itu adalah doa, hal yang seharusnya sakral. Nahh sudah paham kan, nah disini diharapkan sang Tarot reader dalam berbicara kepada client jangan asal muni/asal bicara, karena ucapan kita pun juga doa buat client kita ...mengerti kan

Terkadang Karena pentingnya hal ini, tradisi Jawa menggunakan bunga melati sebagai salah satu bunga untuk sesaji. Sesaji sejatinya bukan memberi makan pada mahkluk halus, tapi lebih sebagai simbol yang digunakan untuk perenungan diri, dan mendekatkan diri kepada sang Pencipta yang Maha Esa...

Semoga pengetahuan ini bermanfaat - Admin Arya

Jumat, 03 Januari 2014

Mengenali Jenis Kartu Tarot

Mungkin selama ini kita sebegai pemula ada sedikit kebingungan dalam pemilihan kartu tarot yang hendak kita jadikan pegangan karena ada ratusan jenis tarot yang dijual di pasaran.

mungkin karena di buku manapun tidak ada tata cara bagaimana memilih sebuah tarot deck sesuai apa yang kita kehendaki,barangkali saran saya bisa dijadikan acuan..

tarot mungkin secara guyonan akan datang dan menghampiri sang pemegang tarot karena memang tarot sendiri sudah berjodoh dengan pemiliknya tapi diluar hal ini,ada aturan yang mungkin bisa dijadikan acuan bahwa bagaimanapun kita di dunia hidup di dunia yang paralel artinya pikiran dan mental kita akan selalu memancarkan gelombang non fisik ke alam semesta dus juga dalam pemilihan tarot.

dalam artian lebih luas,sifat dasar atau gambaran mental kita akan menuntun kita ke arah tarot apa yang kita kehendaki,semisal kita adalah seorang yang cenderung melankolis dan pemimpi mungkin akan cenderung kita memilih tarot jenis fairy tale,jika kita seorang yang cenderung penyendiri mungkin cenderung akan jatuh ke deck vampire.



Deck vampire


Fairy tale Deck tarot
contoh deck diatas mempunyai jenis mental atau boleh dikatakan aura yang mewakili si pembuat tarot sendiri dengan segala atributnya dan simbol pemikirannya,jangan lupa kita berada di dunia paralel artinya pemikiran dan jejak mental si pembuat tarot akan sampai juga ke kita pembaca lewat deck

mungkin aturan paling bagus dalam memilih tarot deck jika kita seorang yg awal melangkah ke dunia tarot,raider white adalah sebuah pilihan bijak karena aturan tarot secara dasar ada di sini,tidak terlalu bertele tele dan membebani pikiran kita.


jika kita punya pemikiran untuk membeli tarot deck yg lain,silahkan pilih dengan bijaksana karena apapun tarot deck kamu adalah bentuk sidik jari kita dan jejak pikiran kita akan terbaca di deck yg kita pegang kelak...

jika anda suka warna vibrasi yang menyala atau nyaman dengan pembacaan lewat aura,tarot zen dan osho maybe nyaman buat anda....

selama anda nyaman dengan pilihan tarot deck yg ada di rak toko di luar sana,semuanya sah bagi kamu..

Darma.S 

Rabu, 11 Juli 2012

Cara Kerja Tarot


Tarot berisi simbol sebagai pola dasar yang bisa dihubungkan dengan psikologi analitis. Jung pernah menganalisis tarot, terutama arcana mayor, yang dapat digunakan dalam hipoterapi karena banyak mengungkap kepribadian manusia. Kita, atau dengan bantuan terapis, bisa melaksanakan, membaca, atau mengunakan beberapa kartu untuk menyampaikan sebuah cerita, kemudian mendiskusikan kemungkinan arti simbol-simbol itu dengan kata-kata kita sendiri. Kita juga bisa menghubungkan arti setiap masalah dengan banyak cara, seperti dalam analisis-analisis jung sebelumnya.

Proses tebaran bisa di jelaskan mengunakan modal kemungkinan kekacuan- atau acak. Dengan modal ini, setiap kartu yang di sebarkan menstimulasi bahwa sadar dan menuntun kita melakukan perubahan. Pengambilan kartu sepertinya di lakukan secara acak, spontan, dan mengikutu naluru layaknya sebuah pemain. Yang melakukan proses pemilihan, strategi, penemuan, dan inspirasi. Namun, sesunguhnya cara konsfrensional ini merupakan alat belajar yang efektif, yamg selanjutnaya dapat mengarah pada pola konseling dan praktik hipnoterapi. Bila hal ini d korelasikan dengan permainan yang di gunakan dalam berbagai penilaian yang mengunakan foto ambigu untuk merangsang cerita proyektif, seperti Wechsler Adult Intelligence scale (WAIS), alat tes psikologi yang mengukur I    dengan dan teka-teki dan Tematik Appercepption Test (TAT), alat tes psikologi proyektif berupa interprentasikan gambar akan sangat mirip.

Jung melihat semua gambar tarot turun dari pola transformasi. Pola ini meliputi beberapa pola utama yang di hadapi selama proses pematangan psikologis pikiran dan tubuh manusia, termasuk bayangan, keadaan sekitar yang membentuk karakter manusia, persaingan dan orang tua yang bijak. Tarot juga berisi simbol yang mewakili pola penting lain dari proses transformasi, seperti pola ibu (Ratu. III) ayah (Raja. IV), kebijaksanaan (Ahli Tafsir Agama. V), pengorbanan (Laki-Laki Tergantung. XII), dan keseimbangan (Kesederhanaan. XIV). Dalam psikologis analiti jung, pola tersebut terdiri ataskomponen dinamika utama ketidaksadaran yang mempengaruhi jiwa manusia dengan  berbagai cara. Dengan demikian, ini merupakan sebuah sistem yang saling berhubungan, dinamis, kompleks, dan pola sistem kehidupan biasanya di sebut sistem yang mengatur dirinya sendiri, sistem ini hampir sama dengan sistem disipratif yang oleh I. Prigogine- Pemenang nobel kimia 1977- di definisikan sebagai struktur yang mengambil dan menghilangakn energi, seperti interaksi kita dengan lingkungan dan alam. Sistem  difisatif tidak harus hemat energi, tetapi menimbulakan proses tersendiri, seperti pertumbuhan organisme yang berpengaruh terhadap pola dan sistem lingkungan.

Kita merupakan sistem yang selalu menujukan ketidak keseimbangan. Sedangkan sistem disifatif membuat kita mampu mempertahankan identitas diri dan bersedia terbuka menerima aliran energi,materi, atau informasi dari lingkungan kita sendiri. kita tidak hanya tubuh yang memiliki sistem disifatif, tetapi juga jiwa yang mengajarkan bahwa ego merupakan hal kompleks yang ada di dalamnya kita bisa melihat melalui lensa pengetahuan modern. Sebagai contoh, pola kekacauan sebagai pola dasar dari sistem disifatif sangat di kenal dalam permainan tarot, yang di proyeksiakan pada gambar menara (arcana mayor. XVI) inilah kartu yang merupakan transformasi ketika jung mengajarkan bahwa kita dapat menyadari isi bahwa sadar dalam jiwa kita dalam memeriksa simbol-simbol dalam mimpi kita. Pada kartu menara, banya detail simbol yang konkert  serta simbol tentang keadaan lingkungan dan informasi (perhatikan gambar kartu menara yang memiliki simbol angin, badai, hujan, petir, dan situasi akibat tanda-tanda alam tersebut).

Kartu tarot pada kelompok arcana mayor mempresentasikan simbol berbagai kekuatan kosmik-seperti kematian, keadaan, keadilan, dan kekuatan-juga mengandung simbol tipikal dan nyata. Sedangkan arcana minor merupakan terminologi sebuah pelajaran, peluang, hubunhan, konflik, aksi, dan mampu mewakili dinamika peristiwa dalam diri kita.Sesunguhnya,arcana mayor merupakan simbol yang di aktualisasikan pada bentuk gambar,yang merupakan keadaan bersembunyi dan tidak jauh dari kebenaran.ini dapat diketahui dari gambar yg tidak dimunculkan konsep-konsep peribadi. Seperti diperlihatkanya ratu,Raja, sang pecinta, kematian, dan sebuah pola untuk berkembang pada kartu bumi. Semua telah terkonsep luar biasa. Kartu tarot adalah suatu penemuaan tentang konsep-konsep kemampuan bawah sadar yang mampu si eksploitasi pada kegidupan saat ini.

Gambar-gambar pada kartu arca mayor di dasarkan pada siklus manusia yang mampu membentuk pola penuh arti yang berhubungan dengan situasi atau berbagai kesulitan, seperti hubungan sebab akibat, pengetauan alasan-alasan dosa, serta ketakutan dan keinginan yang dapat mencetak tujuan dan tindakan. Hal ini juga dapat di lihat dari konsep konflik yang di tunjukan kartu matahari. Mungkin kita pun dapat menjelaskan pola hidup apa adanya dalam kartu kesederhanaan. Konsep yang masih dilematis karena manusia tidak menerima takdirnya ada dalam kartu Roda keberuntungan. Sedangkan dalam konsep penyadaran bahwa apa yang pernah di tanamkan akan menuai hasil- menyangkut korelasi hukum karma – dijelaskan pada kartu penjelasan Akhir, dan seterusnya. Gambaran-gambaran ini menunjukan bahwa suatu siklus yang kompleks dalam diri manusia dan tercermin pada setiap kartu. Dengan demikian, arcana mayor dapat dengan mudah menjadi suatu sistem memori bergambar yang mampu menemukan secercah harapan saat manusia direndung masalah serta mampu digunakan sebagai bahan perenungan.
Ketika salah satu kartu ini arcana mayor muncul, kita bisa tau isu-isu yang di pertaruhkan dalam diri kita, menyangkut karakter, sifat, ataukah kondisi saat ini. Kartu ini bisa mewakili keprihatinan kita yang paling dasar, perasaan, dan motivasi utama kita. Dalam pelajaran selanjutnya, saya akan melanjutkan lebih rinci bagaimana kita dapat mengenali dan menafsirkan kartu arcana mayor.

Manusia mempunyai perjalanan hidupnya masing-masing meskipun perjalanan itu memiliki banyak kendala, terseok-seok, bahkan harus memutar arah, arcana mayor memberikan jalur khusus walau masih bersifat universal. Ini dituangkan dalam konsep kesadaran awal yang disimbolkan dengan kartu si Dungu (0) sampai pada integritas dan pemenuhan batin yang disimbolkan dengan kartu Bumi (21). Dengan kata lain, arcana mayor merupakan penggambaran siklus kehidupan manusia yang dimulai dari nol hingga kembali lagi ke asalnya.
Cerita kongretnya, perjalan seseorang dalam kartu si Dungu (0) digambarkan tengah bergerak dari suatu pengalaman ke pengalaman lainnya. Dalam interpretasi, dia bisa membuat kesalahan atau kebodohannya sendiri dan gagl menghadapi potensi diri sendiri. Maka, dia tidak mempunya keberanian dan wawasan untuk mengetahui potensinya itu. Selanjutnya, dia menemukan kartu sang petapa yang mengartikan bahwa kegagalan tidak boleh terjadi, atau kartu Menara yang mengartikan fase krisinya sehingga dia harus mampu membebaskan diri dari ego.
Banyak cara untuk mengatasi kesulitan, tetapi kita juga bisa gagal berkali-kali. Perjalanan dari kartu Lelako Digantung adalah menyerah pada pengalaman. Kita bisa menyerap kekuatan hidup sejak kecil dan mampu mengembangkannya dalam kekuatan kartu Kereta Perang. Kita dapat mengatasi pengaruh buruk yang ditimbulkan kartu Setan, tetapi kita bisa belajar tentang hasrat cinta dengan menguasai cinta dan nafsu berahi melalui kartu Pencinta.

Dengan demikian,arcana mayor merupakan model pengalaman dan siklus kehidupan yang menampung semua pola pertumbuhan hingga kematian-hidup adalah sebuah episode yang terus bergerak. Tidak peduli pola apa yang kita temukan dalam perjalanan hidup sejak lahir hingga kematian menjemput. Arcana mayor menunjukkan bahwa keutuhan dan pemenuhan adalah takdir tersendiri. Dan bila kita terus melihat pikiran bawah sadar, kita bisamelihat potensi dan menyadari sifat sejati untuk memperoleh Bumi beserta isinya (kartu 21).

Sementara itu, acrana minor umumnya berisi berbagai misteri yang ada pada setiap sifat dan kondisi manusia. Pemahaman arti lambang atau simbol masing-masing kartu arcana minor juga muncul di tempat lain, baik berupa dongeng, mitos, maupun legenda. Contohnya,di Irlandia, dongeng Tuatha De Danann (Orang-orang Dewi Dan) yang berbicara tentang empat harus benda gaib, sebuah ketel besar, tombak, batu, dan pedang. Simbol serupa juga ditemukan pada masa penyebaran agama Hindu, seperti cangkir, piala, tongkat kerajaan, cincin, dan pedang. Barangkali mata ramai yang memunculkan mitos yang bersimbol cangkir,piala,tongkat dari apel,kayu,kemudian, dan pedang.

Arcana minor mengandung konsep kehidupan universal yang dihubungkan dengan keadaan sehari-hari, pikiran, kejadian, dan perasaan orang-orang yang berperan dalam kehidupan kita. Sesungguhnya arcana minor tidak terlalu penting dibandingkan dengan arcana mayor,hanya saja kejadian,keadaan,konflik,dan hasil akhir hubungan sebab-akibat lebih mudah diapahami.

Dengan demikian, Jung menganggap bahwa psyphe manusia memiliki lapisan-lapisan dan proses mengintegrasikan lapisan-lapisan tersebut dilakukan melalui perluasan tingkat kesadaran. Jung menyebutnya sebagai layers of psyche function karena adanya energi pada setiap lapisan. Energi-energi tersebut mengekspresikan diri dalam sebuah karakteristik dan berfungsinya kepribadian. Jung mengidentifikasikan lapisan-lapisan fungsi ini dalam tipologi tarot.

Psyche adalah sebuah sistem dalam kepribadian yang berbeda tetapi saling berinteraksi, yaitu ego, personal unconscious atau ketidaksadaran pribadi, dan kompleks-kompleks. Collective unconscious atau ketidaksadaran kolektif yang terdiri atas archetipe,persona,anima dan animus,shadow atau bayang-bayang, dan self atau diri sendiri.*)www.wikipedia.com

Elemen Cups: Simbol Perasaan

Elemen pialadihubungkan dengan emosi, perasaan, dan pengalaman spiritual. Piala juga menunjukan bahwa kita bisa sibuk dengan urusan hubungan dan pengalaman-pengalaman tak terduga. Kartu ini menekankan kondisi dan situasi, bukan pada bagaimana sebuah tindakan dilakukan.
Piala terkait dengan unsur air dan mewakili hubungan bawah sadar,mimpi,fantasi,ilusi,keusburan,rahmat, dan ketenangan. Ketika kita menemukan dominasi kartu berelemen piala, maka kita perlu bertanya kepada diri sendiri:
  • Siapa yang bisa saya cintai dalam hidup ini?
  • Apa yang sesungguhnuya saya rasakan ketika mengadapi persolan hidup?
  • Bagaimana saya bisa menjawab ketidakadilan ini?





Elemen Pedang: Simbol Pikiran

Elemen pedang berhubungan dengan kekuasaan, tindakan, dan perjuangan. Pedang ingin menunjukan bahwa kita terlibat konflik batin dan perselisihan. Walaupun pada awalnya tampak biasa, bila dibiarkan akan mencapai klimaksnya. Pedang juga menunjukan bahwa situsi yang statis bisa berubah menjadi konfrontasi.
Pedang terkait dengan unsur udara yang mewakili mental, rasional, komunikasi, dan pikiran. Pedang juga menunjukan perjuangan dan pengambilan keputusan.
Jika kita menemukan dominasi kartu pedang, maka kita perlu bertanya pada diri sendiri:
  • Bagaimana agar saya bisa tetap fokus terhadap pikiran saya sendiri?
  • Apa sikap saya menghadapi keputusan saya sendiri?
  • Apa yang saya pirlukan untuk menangani konflik dan ketegangan diri sendiri?
  • Apa yang perlu saya lakukan untuk mengubah semuanya?



 Elemen Tongkat: Simbol Intuisi

 Elemen tongkat berhubungan dengan intuisi, inspirasi, dan hasrat mengombinasikan setiap masalah yang dihadapi, walaupun kartu ini memiliki arti lain. Tongkat mencakup hal-hal di luar logika yang memiliki hubunhan spiritual. Simbol tongkat ingin menunjukan bahwa kita memiliki keinginan yang besar sehingga mampu menciptakan suatau perubahan pada masa mendatang.
Elemen tongkat terkait dengan unsur api sebagai simbol semangat yang bisa menunjukkan sebuah kehidupan baru. Tongakt juga merupakan pertumbuhan, kejantanan, kreativitas, pengembangan diri, inspiransi, persepsi yang jelas, pencerahan, semangat, dan keinginan. Ketika tebaran didominasi elemen tongkat, maka kita perlu bertanya:
  • Apa yang sebenarnya saya inginkan dalam hidup ini?
  • Bagaimana saya bisa mengeksplorasi ide-ide saya?
  • Apa langkah pertama yang seharusnya say ambil?




Karena kartu tarot merupakan bahasa simbol yang universal, ia tidak dibatasi oleh kendala bahasa yang sistematis. Bahasa-bahasa simbol ini juka merupakan bahasa ketidaksadaran yang cenderung mengaktifkan pikiran intuitif atau pusat otak kanan. Dalam pembacaan tarot, kita tetap mengatur pola sistematis, meletakkan kartu pada posisi yang tepat, dan menafsirkan makna seluruh gambar, berkaitan dengan apa yang ingin kita tayangkan atau pengaruhnya dalam kehidupan kita.

Apa itu Tarot?


Apa itu Tarot?

            Tarot berarti :
·                Media alternatif untuk melihat dinamika kepribadian.
·                Melihat rangkaian kehidupan dengan simbol.
·                Memahami pentingnya arketipe.
·                Mengubah perspektif kehidupan.



Itulah jawaban dari pertanyaan yang sering diajukan orang. Disini kita akan memberikan pemahaman tentang tarot dan bagaimana tarot bisa mempengaruhi kehidupan kita tanpa embel-embel mistis. kitaakan menjelaskan bagaimana tarot berkembang selama berabad-abad hingga menjadi sebuah metode untuk mengeksplorasi pikiran bawah sadar diri sendiri.

The Lover
Tarot merupakan kartu bergambar yang jumlahnya 78. kartu ini terdiri dari 2 kelompok, yaitu acrana mayor (22 kartu) dan arcana minor (56 kartu). Arcana minor memiliki 4 elemen: piala, pedang, tongkat, dan koin. Masing-masing elemen tersebut bersimbol Pembantu,Perwira,Ratu,dan Raja, yang sering disebut sebagai kerajaan atau pengadilan.

Arketipe adalah komponen struktur dari ketidaksadaran kolektif dan suatu bentuk pikiran universal yang mengandung unsur emosi yang besar. Bentuk pikiran ini menciptakan gambaran-gamabaran atau visi-visi yang dalam kehidupan sadar berkaitan dengan aspek tertentu dari suatu situasi. Asal-usul arketipe, misalnya, melalui deposit permanen dalam jiwa yang terulang banyak generasi, seperti keyakinan akan adanya dewa arketipe-nya Matahari. Sumber:www.wkikipedia.com

Pepatah Cina mengatakan sebuah gambar bernilai 10.000 kata, arinya, gambar kartu tarot memiliki banyak makna. Setiap saat kita dapat melihat gambar tarot dan menginterpretasikan apa yang kita lihat dengan cara berbeda, berdasarkan pengalaman dan pikiran kita sendiri, layaknya seorang dokter yang tidak akan melihat sebuah penyakit seperti cara seorang mantri melihatnya.

Menganalisis simbol tarot adalah fungsi sesungguhnya dari pikiran kita, baik sadar maupun tidak. Ya, seringkali kita tidak sadar bahwa menafsirkan simbol dengan cara tertentu membuat kita berfikir, merasa, dan bertindak. Nah, disinilah tarot berfungsi. Terot dapat membantu kita menyadari bagaimana kita melihat dunia kita sendiri. setelah menyadari cara menginterpretasikan simbol menjadi hidup, kita mempunyai kesempatan untuk mengunbah cara pandang menjadi lebih baik.

Namun, persoalannya, ketika dimainkan dengan cara berbeda tanpa disadari pola yang baku, tarot bisa diasosiasikan sebagai cara mencari pembenaran pribadi si pewacana tarot, bukan kebenaran yang hakiki. Tidak heran, kita sering menjumpai ahli tarot yang tidak berpengalaman memberikan interpretasi simbol yang menyimpang dari pola yang terpuji kebenarannya. Pada akhirnya klien bisa salah perpesi, bahkan diberi janji-janji pada kehidupan mendatang, bukan sebagai media eksplorasi pikiran. Bagaimanapun juga tidak ada alat ukur yang pasti dan mampu melihat mas depan, kecuali pewacana tarot adalah peramal, dukun, paranormal, atau orang yang memiliki kekuatan gaib. Tarot datang untuk menata ulang pikiran bawah sadar kita yang tak mungkin dijangkau oleh siapa pun, juga untuk mempersiapkan diri kita menata hidup yang lebih baik. Tarot bukanlah alat ukur yang memberikan kepastian hidup. Tarot memberi informasi melalui pikiran bawah sadar yang diteruskan ke pikiran sadar untuk ditindaklanjutkan.

Mungkin kita tidak menyadari bahwa kahidupan kita dibentuk berdasarkan simbol-simbol berupa kayakinan, agama, budaya, ras, kehidupan sosial, dan lainnya. Demikian pula dengan simbol yang ada pada tarot, sangat penting memahami bagaimana tarot bekerja dan hadir dalam pikiran bawah sadar kita karena bisa dijadikan sebagai pola kehidupan.

Arketipe yang tertanam dalam pikiran bawah sadar kita adalah bagian pikiran yang bebas dari kesadaran. Misalnya, ketika kita melihat gambar ketupat atau masjid yang dihiasi ornamen Lebaran, kita berpikir tentang suasana Idul Fitri, salat Id, dan saling memanfaatkan. Dengan demikian, arketipe mengirimkan pesan singkat ke pikiran bawah sadar kita terhadap respons yang beragam. Seperti yang kita ketahui, arketipe memiliki dua pemahaman, yaitunarketipe pribadi atau personal yang merupakan simbol-simbol berdasarkan pengalaman pribadi dan erketipe impersonal atau universal yang didasarkan pada pengalaman kemanusiaan. Misalnya, gambar ular menunjukkan perbedaan antara arketipe pribadi dan universal. Ketika kita mengucapkan kata ular kepada seseorang, kata itu akan membangkitkan asosiasi, pikiran, dan perasaan tertentu. Meskipun satu orang mengasosiasikan ular dengan binatang yang lucu, menyenangkan, dan beberapa tidak berbisa, bagi orang lain ualr dapat diasosiasikan dengan persaan takut, jijik, dan bau. Inilah yang disebut arketipr pribadi.

Demikian juga dengan permainan tarot, ada yang mengasosiasikan tarot dengan sebuah permainan yang memanfaatkan makhluk halus dan mistis sehingga dianggap musyrik, syirik, dan tak bermanfaat. Namun, bagi kalangan tertentu, tarot bisa dijadikan sarana konseling kepribadian dan memiliki konsep yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Semua bergantung pada pemahaman dan pengalaman masing-masing individu. Inilah yang disebut arketipe universal.

Arketipe universal pada umumnya berbasis pada mitos atau budaya yang dibawa orang-orang terdahulu dan telah tertanam dalam ketidak sadaran kolektif diri kita telah dijelaskan pada buku saya yang berjudul Tarot psikologi. Arketipe universal yang berhubungan dengan ular, misalnya, digunakan sebagai simbol ilmu kesehatan, kehormatan, dan spiritual. Ketika ular pada simbol tarot di tafsirkan, baik arketipe pribadi maupun universal,perlu ditimbangkan pula perspektif yang seimbang. Ini adalah salah satu tujuan interpretasi simbol kartu tarot.

Sesungguhnya hidup ini adalah rangkaian simbol. Kita bisa mengubah asosiasi gambar kehidupan hidup diri kita sendiri karena arketipe dapat membantu setiap pribadi menemukan cara bersikap dan menentukan apa yang terpenting dalam hidup. Jika simbol terus ada dalam kehidupan, tentu selalu ada kesempatan untuk mempengaruhi pola hidup kita selanjutnya.



Sabtu, 12 Maret 2011

ARcana pada TAROT PSIKOLOGI

Kita akan membahas ini dengan memahami sebagai alat atau media untuk melakukan eksplorasi bawah sadar yang memungkinkan untuk mengetahui masa lalu, sekarang dan perspektif masa depan yaitu dengan kartu tarot. Ya, seperti yang kita ketahui bahwa tarot berisi simbol gambar sebagai pola dasar yang dapat berhubungan dengan psikologi analitis. Adalah Carl Gustav Jung yang pernah memberikan sebuah analisa  studi tentang tarot,  terutama pada bagian arcana mayor, yang dapat digunakan secara efektif dalam terapi (hipnoterapi) karena pada bagian arcana mayor lebih banyak  mengungkap sisi-sisi kepribadian manusia. Kita, atau dengan bantuan terapis bisa melaksanakan, membaca atau menggunakan beberapa kartu untuk menyampaikan sebuah cerita dan kemudian mendiskusikan kemungkinan arti dari simbol-simbol dalam kata-kata sendiri. Kita kemudian menghubungkan arti simbolis  dalam setiap masalah dengan banyak cara yang sama seperti dalam analisis-analisis Jung sebelumnya.

Proses tebaran bisa dijelaskan dengan menggunakan model ‘Kemungkinan dan Kekacauan/acak’. Dengan model ini, setiap kartu yang disebarkan memberikan kita kesempatan untuk menggerakkan stimulasi pikiran bawah sadar dan menuntun kita menggunakan perubahan-perubahan yang diinginkan. Memang seperti acak, spontan dan mengikuti naluri ketika mengambil kartu dan memberi kesan sebagai sebuah permainan yang berlangsung melalui proses pilihan, strategi, peristiwa acak, penemuan dan  inspirasi. Tetapi sesungguhnya cara yang konvensional  ini memberi peluang yang efektif sebagai alat belajar, dan selanjutnya bisa mengarahkan pada pola konseling dan praktik terapi (hipnoterapi). Dan bila hal ini dikorelasikan dengan ”permainan” yang  digunakan dalam berbagai penilaian, seperti Wechsler Adult Intelligence Scale /WAIS (alat test psikologi yang mengukur IQ dengan memanfaatkan teka-teki)  dan Tematik Apperception Test /TAT (alat tes psikologi proyektif berupa gambar - gambar yang diminta diinterpretasikan oleh klien) yang menggunakan foto ambigu untuk merangsang bercerita proyektif, kesamaannya akan sangat mirip.

Carl Gustav Jung melihat semua gambar tarot sebagai "turun dari pola transformasi". Pola ini meliputi beberapa pola utama yang dihadapi selama proses pematangan psikologis yang ada dalam pikiran dan tubuh manusia, termasuk bayangan, keadaan sekitar yang membentuk karakter manusia , persaingan, orang tua yang bijak dll. Di dalam Tarot juga berisi simbol yang mewakili pola penting lainnya dari proses transformatif seperti pola Ibu (Ratu.III), Ayah (Raja.IV), Kebijaksanaan (Ahli Tafsir Agama.V), Pengorbanan (Laki-laki tergantung.XII), Keseimbangan (Kesederhanaan.XIV), dll. Dalam psikologi analitis Jung, pola ini terdiri atas komponen dinamika utama ketidaksadaran yang mempengaruhi jiwa manusia dengan berbagai cara.

Dengan demikian, ini adalah sebuah sistem yang saling berhubungan, dinamis, kompleks dan pola sistem kehidupan (biasanya disebut sebagai sistem yang mengatur dirinya sendiri). Sistem ini hampir sama dengan tatanan sistem  Disipatif  *2) yang oleh I. Prigogine─pemenang Hadiah Nobel Kimia 1977─ didefinisikan sebagai struktur yang mengambil dan menghilangkan ”energi” seperti kita berinteraksi dengan lingkungan dan alam. Sebuah sistem disipatif tidak harus  menghemat energi, tetapi menimbulkan proses tersendiri  seperti pertumbuhan organisme berpengaruh terhadap pola dan sistem lingkungan.

Kita (manusia) merupakan sistem yang selalu menunjukkan ketidakseimbangan hidup. Sistem disipatif adalah manusia yang mampu mempertahankan identitas kepribadiannya,  dan  kita bersedia terbuka untuk  menerima aliran energi, materi atau informasi dari lingkungan kita sendiri. Kita tidak hanya sebuah tubuh yang memiliki sistem disipatif, tetapi jiwa kita juga dan Jung juga mengajarkan bahwa ego merupakan hal kompleks yang ada di dalam jiwa. "Jiwa adalah sebuah sistem yang mengatur diri sendiri yang menjaga keseimbangannya sama seperti tubuh ini", ia juga dan menunjukan pula bahwa jiwa menjadi sistem yang mengatur diri sendiri, sistem dinamik yang kompleks serta memiliki sistem disipatif,  dan kita bisa melihat melalui lensa pengetahuan modern.

Sebagai contoh, pola ‘Kekacauan’, sebagai sebuah pola dasar dari sistem disipatif, sangat dikenal dalam permainan tarot, yang  dan diproyeksikan pada simbol  gambar Menara (Arcana Mayor – XVI ). Inilah kartu yang merupakan transformasi ketika Jung mengajarkan bahwa kita dapat sadar akan isi bawah sadar dalam jiwa kita dengan memeriksa simbol-simbol dalam mimpi kita sendiri. Pada Kartu ‘Menara’ banyak detail simbol yang konkrit (tipikal) dan  simbol-simbol tentang keadaan lingkungan dan informasi. (perhatikan gambar kartu Menara yang terdapat simbol angin, badai, hujan, petir dan situasi akibat dari tanda-tanda alam  tersebut)

Kartu tarot pada kelompok  arcana mayor merepresentasi simbol-simbol gambar berbagai kekuatan kosmik seperti Kematian, Keadilan, Kekuatan, dan seterusnya, juga mengandung simbolisme tipikal dan nyata. Sedangkan arcana minor merupakan terminalogi  mengenai sebuah pelajaran, peluang, hubungan, konflik, kondisi, aksi dan mampu mewakili dinamika peristiwa dalam diri kita.

Namun sesungguhnya arcana mayor yang berjumlah 22 kartu adalah simbol yang diaktualisasikan pada bentuk gambar yang merupakan keadaan yang tersembunyi yang tidak jauh dari kebenaran yang ada. Alasan ini dapat diketahui dari beberapa konsep yang muncul seperti gambaran-gambaran ditemukan pada arcana mayor yang memunculkan konsep-konsep pribadi seperti diperlihatkan adanya Ratu, Raja, sang Pecinta, Kematian dan sebuah pola untuk berkembang pada kartu Bumi. Semua telah terkonsep luar biasa dengan fitur sehari-hari dari dunia dan pikiran bawah sadarnya, dari semua itu kelihatannya ingin menyatakan bahwa kartu tarot adalah suatu penemuan tentang konsep-konsep kemampuan bawah sadar yang mampu dieksploitir pada keadaan kehidupan saat ini.

Gambar-gambar di arcana mayor berdasarkan siklus manusia yang mampu membentuk pola penuh arti yang berhubungan dengan situasi atau berbagai kesulitan. Seperti hubungan sebab-akibat, pengetahuan alasan-alasan dasar, ketakutan-ketakutan dan keinginan-keinginan yang dapat mencetak setiap tujuan dan tindakan.

Hal ini juga dapat dilihat dengan konsep konflik dalam kehidupan yang ditunjukkan pada kartu Matahari? Dan mungkin kita menjelaskan kehadiran adanya suatu pola hidup apa adanya dalam kartu Kesederhanaan? Suatu konsep yang masih dilematis ketika manusia tidak bisa menerima takdirnya dalam kartu Roda Keberuntungan, dan sebuah konsep penyadaran bahwa apa yang pernah ditanamkan akan menuai hasilnya, tentu  hal ini menyangkut korelasi tentang hukum karma yang dijelaskan pada kartu Pengadilan Akhir dan seterusnya. Gambaran-gambaran ini menunjuk suatu siklus yang komplek dari apa yang ada dalam diri manusia akan tercermin pada tiap-tiap kartu. Dengan demikian arcana mayor bisa dengan mudah menjadi suatu sistem memori bergambar yang mampu menemukan secercah harapan pada saat manusia dirundung masalah serta mampu digunakan sebagai suatu fokus untuk perenungan.

Pada arcana mayor juga merupakan cerminan yang menggambarkan konsep-konsep spiritual seperti kartu Ahli Tafsir Agama, dan kartu Pendeta Wanita.  Semua telah terkonsep dengan fitur sehari-hari dari dunia dan pikiran manusia untuk menyatakan bahwa kartu tarot mampu mengupas tuntas adanya hubungan manusia dengan alamnya, sekaligus sebagai pangejawantahan dari tatanan pikiran manusia itu sendiri.

Dalam kartu arcana mayor selalu diberi bobot ekstra dan lebih bermakna dalam membaca dan menginterpretasikan pada tiap-tiap kartu. Ketika salah satu kartu ini muncul, kita bisa tahu isu-isu yang dipertaruhkan dalam diri kita, apakah menyangkut karakter, sifat atau kondisi saat ini. Kartu ini bisa mewakili keprihatinan kita yang paling dasar, perasaan dan motivasi utama kita. Dalam pelajaran selanjutnya saya menunjukkan lebih terinci bagaimana kita dapat mengenali dan menafsirkan tema dari arcana mayor dalam menginterpretasikannya..

Banyak para pewacana tarot melihat arcana mayor sebagai hal yang menunjukkan tahapan yang berbeda dalam perjalanan hidup seseorang dan suasana pertumbuhan batin kita. Dalam sistem ini, kartu arcana mayor masing-masing memberikan beberapa kualitas atau pengalaman pribadi yang harus kita gabungkan sebelum kita dapat menyatukan persepsi yang arif untuk suatu tindakan yang harus diambil.

Setiap manusia mempunyai perjalanan hidup sendiri-sendiri, meskipun perjalanan itu memiliki banyak kendala, terseok-seok bahkan harus memutar arah, arcana mayor memberikan jalur khusus yang unik walau masih bersifat universal, dan ini di tuangkan dalam konsep kesadaran awal yang disimbolkan dengan kartu si Dungu (0) sampai pada intergritas dan pemenuhan batin yang di simbolkan dengan kartu Bumi (21). Dengan kata lain, bahwa arcana mayor adalah sebuah penggambaran siklus kehidupan manusia yang dimulai nol  dan kembali keasalnya.

Kita ambil cerita konkritnya, perjalanan seorang yang ada dalam kartu si Dungu (0) yang digambarkan tengah bergerak dari suatu pengalaman ke pengalaman yang lain, dalam interpretasi kita bisa membuat kesalahan atas kebodohan kita sendiri  dan menerima kegagalan dalam menyadari potensi diri sendiri. Maka  kita tidak punya keberanian dan wawasan tersendiri untuk mengetahui tingkatan kita yang terdalam. Pada selanjutnya kita bisa merasakan dan menemukan kartu sang Petapa, bahwa kegagalan tidak boleh terjadi atau kita menemukan kartu Menara yang merupakan fase krisis dan kita harus mampu membebaskan diri dari pertahanan ego kita.

Banyak cara ketika kita mencoba mengatasi kesulitan diri sendiri, tetapi  kita juga bisa gagal berkali-kali pula. Pelajaran dari kartu Lelaki Digantung adalah  untuk melepaskan dan menyerah kepada pengalaman dengan kemampuan untuk sebuah pengorbanan. Kita bisa menyerap kualitas kekuatan hidup sejak kecil dan mampu mengembangkan dalam kekuatan kartu Kereta Perang. Kita dapat mengatasi pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh kartu Setan, tetapi kita bisa belajar tentang hasrat cinta dengan menguasai cinta dan napsu birahi melalui kartu Pecinta.

Dengan demikian arcana mayor merupakan model pengalaman dan siklus kehidupan yang menampung semua pola pertumbuhan hingga kematian, dan tentunya kita bisa mengatakan bahwa hidup ini adalah sebuah episode yang terus bergerak sebagai siklus kehidupan. Tidak peduli pola apa dalam perjalanan hidup yang kita temukan sejak lahir hingga kematian menjemput. Tetapi dalam arcana mayor ditunjukkan kepada kita bahwa keutuhan dan pemenuhan adalah takdir tersendiri. Dan bila kita terus melihat pikiran bawah sadar, maka kita bisa melihat potensi dan menyadari sifat sejati untuk memperoleh Bumi beserta isinya (kartu 21).

Sementara Arcana minor yang berjumlah 56 pada umumnya berisi berbagai misteri-misteri yang ada pada setiap sifat dan kondisi manusia itu sendiri. Pemahaman arti lambang atau simbol dari masing-masing kartu arcana minor juga muncul di tempat-tempat lain, baik serupa dongeng-dongeng, mitos maupun legenda-legenda. Seperi di Irlandia, dari dongeng Orang-orang Dewi Dana (Tuatha De Danann) yang berbicara tentang empat harta benda gaib, sebuah ketel besar, tombak, batu dan pedang. Simbol yang serupa juga ditemukan pada masa penyebaran agama Hindu, seperti adanya: cangkir; piala, tongkat kerajaan, cincin dan pedang. Dari cerita di atas barangkali mata rantai yang paling menimbulkan adanya mitos yaitu cerita dari Yunani dengan adanya Dewi Keadilan yang mencakup simbol adanya cangkir, piala, tongkat dari buah apel, kayu, kemudi dan pedang.

Arcana minor mengandung konsep-konsep kehidupan yang universal yang dihubungkan dengan keadaan sehari-hari; pikiran, kejadian dan perasaan orang-orang yang berperan dalam kehidupan kita. Namun sesungguhnya arcana minor tidak seberapa penting dibanding arcana mayor, hanya lebih mudah untuk dipahami tentang kejadian, keadaan, konflik dan hasil akhir dari hubungan sebab-akibat.

Dengan demikian, Jung  menganggap bahwa Psyche *3)  manusia memiliki lapisan-lapisan dan proses mengintegrasikan lapisan-lapisan tersebut dilakukan melalui perluasan tingkat kesadaran. Jung menyebutnya sebagai layers of psyche function karena adanya energi pada setiap lapisan. Energi-energi tersebut mengekspresikan dirinya dalam sebuah mode karakteristik dari berfungsinya kepribadian. Maka Jung mengidentifikasikan lapisan-lapisan dari fungsi ini dalam tipologi tarot sebagai berikut:

Elemen piala sebagai simbol tentang  Perasaan 
Dihubungkan  dengan keadaan emosi, perasaan dan pengalaman spiritual. Piala menunjukkan pula bahwa kita bisa sibuk dengan urusan hubungan berinteraksi dan pengalaman-pengalaman yang tak terduga. Penekanan dari kartu ini ada pada kondisi dan situasi, bukan pada bagaimana sebuah tindakan dilakukan.

Piala terkait dengan unsur air dan juga mewakili tentang hubungan , bawah sadar, mimpi, fantasi, ilusi, kesuburan, kerahmatan dan ketenangan. Ketika kita menemukan dominasi kartu dari elemen piala maka perlu kita menanyakan pada diri sendiri :
  • Apa dan dengan siapa saya bisa mencintai dalam menjalani hidup ini ?
  • Apa yang sesungguhnya saya rasakan dalam menghadapi persoalan hidup ?
  • Bagaimanana saya bisa menjawab tentang ketidak adilan ini ?

Elemen pedang sebagai simbol tentang Pikiran  
Berhubungan dengan kekuasaan, tindakan dan perjuangan. Pedang ingin menunjukkan bahwa kita berpikir untuk terlibat dalam suatu konflik batin dan perselisihan, walaupun pada awalnya tampak biasa-biasa saja, tetapi bila dibiarkan akan menjadi puncak klimaksnya. Pedang juga menunjukkan bahwa situasi yang statis bisa berubah menjadi suatu yang bersifat konfrontasi.

Pedang terkait dengan unsur udara yang mewakili mental, rasional, komunikasi dan pikiran. Pedang juga menunjukkan suatu perjuangan dan titik untuk kebutuhan dalam pengambilan keputusan.
Jika kita menemukan dominasi kartu pedang, maka kita perlu untuk menanyakan diri sendiri :
  • Bagaimana saya bisa tetap fokus terhadap pikiran saya sendiri ?
  • Apa sikap saya menghadapi keputusan saya sendiri ?
  • Apa yang saya perlukan untuk penangan konflik dan ketegangan diri sendiri ?
  • Apa yang perlu saya lakukan untuk merubah semuanya ?

Elemen koin sebagai simbol tentang Penginderaan  
Berhubungan dengan perwujudan akan cita-cita, kesejahteraan materi dan hasil dari kerja keras. Koin ingin menunjukkan masa berlimpahnya terutama materi bagi seseorang. Tetapi bila kebahagiaan secara materi tanpa didukung kebahagiaan spiritual, tentu rasanya akan menjadi persoalan tersendiri.

Koin berhubungan dengan elemen bumi yang digambarkan sebagai sifat matrialistis dan menunjukkan suatu kepedulian akan keuangan, pengetahuan dan pengembangan ketrampilan.

Ketika dalam tebaran mendominasi elemen koin maka kita perlu menanyakan pada diri sendiri :
  • Apa yang saya lakukan untuk menjadi tentram ?
  • Apa yang bisa saya peroleh dari fisik dan lingkungan saya ?
  • Apa yang bisa membuat saya menjadi aman terhadap apa yang saya miliki ?

Elemen tongkat sebagai simbol tentang Intuisi  
Berhubungan dengan intuisi, sebuah inspirasi dan hasrat untuk mengombinasikan setiap masalah yang dihadapi. Walaupun ada istilah-istilah lain dari kartu ini. Tongkat adalah sebuah ungkapan yang mencakup hal-hal di luar logika yang memiliki hubungan spiritual. Simbol tongkat ingin menunjukkan bahwa kita memiliki keinginan dan kemauan yang besar sehingga mampu menciptakan suatu perubahan di masa yang akan datang.

Elemen tongkat terkait dengan unsur api sebagai simbol semangat yang bisa menunjukkan sebuah kehidupan baru. Tongkat juga merupakan pertumbuhan, kejantanan, kreatifitas, pengembangan diri, inspirasi, energi, persepsi yang jelas, pencerahan, semangat dan keinginan. Ketika pada suatu tebaran mendominasi elemen tongkat maka  kita perlu menanyakan pada diri kita :
  • Apa yang sesungguhnya saya inginkan dalam hidup ini ?
  • Bagaimana saya bisa mengekspresikan diri terhadap ide-ide saya ?
  • Langkah pertama apa yang seharusnya saya ambil  ?
Dengan demikian karena kartu tarot merupakan bahasa simbol yang universal maka ia tidak dibatasi oleh kendala bahasa yang sistemik. Dari bahasa-bahasa simbol ini juga merupakan bahasa ketidaksadaran yang cenderung untuk mengaktifkan pikiran intuitif atau pusat otak kanan.

Dalam pembacaan tarot kita tetap mengatur sebagai pola yang sistemik, meletakan pada posisi yang tepat dan menafsirkan makna dari seluruh gambar simbolik dalam kaitannya dengan apa yang kita ingin tanyakan atau pengaruh dalam kehidupan kita sendiri.

Hisyam A Fachri

Tipe kepribadian dengan MBTI dan Tarot Psikologi

Membaca kepribadian dan karakteristik seseorang adalah ilmu yang sangat menarik. Sebab kita secara alami tertarik pada diri sendiri dan hubungan sosial dengan orang lain. Mungkin kita pernah mendengar tipe-tipe kepribadian seperti kholeris, sanguinis, melankolis & phlegmatis. Tetapi, sampai hari ini belum ada teori maupun alat (tes) yang bisa menjelaskan 100% akurat mengenai kepribadian dan perilaku seseorang. Sebab manusia itu unik. Hampir tidak ada manusia yang sama satu sama lain, walaupun mereka kembar identik. 

Adalah  MYERS-BRIGGS TYPE INDICATOR (MBTI), sebuah alat test yang membuat teori tipe kepribadian C.G Jung (1921-1971) lebih mudah dimengerti dan digunakan untuk kehidupan orang banyak. MBTI ini berdasarkan pemikiran Jung mengenai persepsi, judgment dan sikap yang digunakan oleh setiap tipe yang berbeda dari individu. Persepsi adalah kemampuan psikologis individu untuk sadar pada hal-hal, orang-orang dan ide-ide. Judgment melibatkan berbagai cara untuk menyimpulkan apa yang telah dipersepsikan individu tersebut. Kalau orang berbeda satu sama lain ketika mempersepsikan sesuatu ketika melakukan judgment, maka perbedaan ini juga mempengaruhi minat, ketrampilan, nilai-nilai serta reaksi mereka. 

MBTI digunakan untuk mengidentifikasi, dari laporan diri seseorang, untuk mengenali reaksinya dengan mudah juga menjadi preferensi dasar dari orang-orang tentang persepsi dan judgmentnya. Dalam MBTI mengandung empat preferensi dasar (Index), seperti dalam teori Jung, yang langsung berhubungan dengan cara orang mempersepsikan sesuatu dan mengambil kesimpulan tentang hasil persepsi itu (judgment).

Extraversion-Intraversion (EI).
Index EI dirancang untuk merefleksikan apakah seseorang itu extravert atau introversi. Jung (dalam Myers & McCaulley, 1985) sendiri mengatakan bahwa extraversion dan intraversion ini “saling melengkapi”. Perbedaannya adalah bagaimana seseorang memelihara tegangan antara hal-hal yang individual atau hal-hal yang bersifat dunia luar yang sama-sama dibutuhkan dalam hidup orang tersebut. Seorang yang extravert  berorientasi pada dunia luar; jadi mereka cenderung untuk lebih fokus pada persepsi dan judgment mereka pada orang-orang lain dan benda-benda. Di lain pihak seorang introvert yang orientasinya terutama pada dunia dalam cenderung lebih fokus pada persepsi dan judgment tentang konsep-konsep dan ide-ide.

Sensing-Intuition (SN)
Index SN dirancang untuk merefleksikan  preferensi seseorang pada dua cara yang bertolakbelakang dalam mempersepsikan sesuatu. Tipe S lebih mengandalkan proses persepsi kenyataan, data dan kejadian yang dapat diobservasi dengan kelima indra. Sedangkan N tidak terlalu mengandalkan observasi fakta-fakta tetapi mempersepsikan sesuatu dengan menghubung-hubungkan arti dan/atau kemungkinan-kemungkinan yang melewati kesadaran yang konkrit.

Thinking-Feeling (TF)
Index TF dirancang untuk menggambarkan preferensi seseorang tentang dua cara judgment yang kontras. Seseorang dapat tergantung pada pemikiran (T) ketika memutuskan sesuatu berdasarkan konsekuensi logis yang tidak melibatkan perasaannya atau seseorang lain (F) yang mengandalkan nila-nilai pribadi dan sosial ketika mengambil keputusan.

Judgment-Persepsi (JP)
Index JP dirancang untuk menggambarkan proses yang dilakukan seseorang ketika berhadapan dengan dunia luar. Ada orang yang memilih menggunakan kemampuan judgmentnya (apakah itu thinking atau feeling) ketika berhadapan dengan dunia luar (J) dan ada orang yang lebih cenderung menggunakan proses persepsinya (baik S atau N) ketika berhubungan dengan dunia luar (P)

Bandingkan sekarang dengan kartu Tarot sebagai pola dasar yang dapat berhubungan dengan Psikologi Analitis. Carl Gustav Jung  yang memberikan gambaran  terutama pada Arcana Mayor, dapat digunakan secara efektif dalam terapannya. Kita, dengan bantuan terapis, melaksanakan, membaca atau menggunakan beberapa kartu untuk menceritakan sebuah cerita dan kemudian mendiskusikan kemungkinan arti dari simbol-simbol dalam kata-kata sendiri. Kita kemudian menghubungkan arti simbolis  dalam masalah kita dengan banyak cara yang sama seperti dalam analisis-analisis  Jung.

Proses tebaran bisa dijelaskan dengan menggunakan model Kemungkinan dan Kekacauan/acak.  Dimana setiap kartu-kartu yang disebarkan memberikan kesempatan bagi kita menggerakkan stimulasi pikiran bawah sadar  dan menuntun kita untuk menggunakan perubahan-perubahan yang diinginkan.  Memang terkesan pola yang acak, spontas dan mengikuti naluri ketika mengambil kartu, memberi kesan sebagai sebuah permainan yang berlangsung melalui proses pilihan, stategi, peristiwa acak, penemuan dan  insprasi. Tetapi sesungguhnya cara yang konvensional  ini memberi peluang yang efektif sebagai alat belajar dan bila hal ini dikorelasikan dengan ‘permainan’ yang  digunakan dalam berbagai alat penilaian, seperti Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) yang mengukur IQ dengan memanfaatkan teka-teki dan Tematik Apperception Test (TAT) yang menggunakan foto ambigu untuk merangsang bercerita proyektif , akan sangat mirip kesamaannya.

Ketika  dapat  digunakan sebagai alat psikologis untuk melihat ke dalam ketidak-sadaran. Dan ketika Tarot sangat dihormati Rorschach dan tes Apersepsi Tematik (Schueler & Schueler, 1994). Maka Tarot mampu  menggambarkan sebagai  "sistem yang bisa  diterima oleh banyak sumber terhormat seperti  Carl G Jung, yang melihat sebagai  pola kesempurnaan dengan pola dari ketidak-sadaran kolektif"

Carl Gustav Gustav  melihat semua gambar Tarot sebagai "turun dari pola transformasi". Pola ini meliputi beberapa pola utama yang dihadapi selama proses pematangan psikologis yang ada dalam pikiran dan tubuh manusia , termasuk bayangan, anima dan rasa permusuhan, orang tua yang bijak dll. Didalam Tarot juga berisi simbol yang mewakili pola penting lainnya dari proses transformatif seperti pola Ibu (Ratu.III), Ayah (Raja.IV), Kebijaksanaan (Ahli Tafsir Agama.V), Pengorbanan (Laki-laki tergantung.XII), Keseimbangan (Kesederhanaan.XIV), dll. Dalam psikologi analitis Jung, pola ini terdiri dari komponen dinamik utama ketidak-sadaran yang mempengaruhi jiwa manusia dengan berbagai cara.

Dengan demikian ini adalah sebuah sistem yang saling berhubungan , dinamis, komplek dan pola sistem kehidupan (biasanya disebut sebagai sistem yang mengatur dirinya sendiri ) dan ini merupakan tatanan struktur Disipatif yang oleh  I.Prigogine pemenang Hadiah Nobel Kimia 1977 mendefinisikan sebagai struktur yang mengambil dan menghilangkan ‘energi ‘ seperti kita berinteraksi dengan lingkungan dan alam. Sebuah sistem disipatif, tidak harus  menghemat energi, tetapi  menimbulkan proses tersendiri  seperti pertumbuhan organisme berpengaruh terhadap pola dan sistim lingkungan. (Nicolis & Prigogine, 1989).

Kita (manusia) adalah sistem yang selalu menunjukkan ketidak-seimbangan hidup dan  sistem disipatif adalah mereka yang mampu mempertahankan identitas diri kita, hanya karena kita mau terbuka untuk  menerima aliran energi, materi atau informasi dari lingkungan kita sendiri.  Dan tidak hanya tubuh kita yang memiliki sistem disipatif, tapi jiwa kita juga. Ego, yang  ditunjuk oleh Jung sebagai ego kompleks, karena berbagai komponen dan proses  terbentuk dengan sendirinya,  ia juga mengajarkan bahwa ego merupakan hal kompleks yang ada di dalam jiwa. "Jiwa adalah sebuah sistem yang mengatur diri sendiri yang menjaga keseimbangannya sama seperti tubuh ini" (Jung, 1954/1985). Dan menunjuk jiwa menjadi sistem yang mengatur diri sendiri, (Jung - 1968), dipertegas juga bahwa "Mimpi adalah reaksi alami dari sistem psikis mengatur diri sendiri". Dengan asumsi jiwa menjadi sistem dinamik yang kompleks, serta sistem disipatif, kita bisa melihat melalui lensa pengetahuan modern.

Dengan demikian Jung  menganggap bahwa psike manusia memiliki lapisan-lapisan, dan proses mengintegrasikan lapisan-lapisan tersebut dilakukan melalui perluasan tingkat kesadaran dan Jung menyebutnya sebagai layers of psyche function karena adanya energi pada setiap lapisan. Energi-energi tersebut mengekespresikan dirinya dalam sebuah mode karakteristik  dari berfungsinya kepribadian. Maka Jung mengidentifikasikan lapisan-lapisan dari fungsi ini dalam tipologi Tarot seperti yang dijelaskan diatas melalui alat test MBTI yaitu:


                                            Tipologi Jung dan Kategorisasi dalam Tarot 

Teori Jung mengajarkan bahwa mimpi adalah sebuah gambar yang harus dipahami secara simbolis dan pola dasar insting yang mendorong untuk terbukanya simbol, interpetasi inilah yang membedakan dengan tanda atau sinyal.

Sebuah pemahaman tentang simbol  yang benar sesungguhnya tidak pernah dapat sepenuhnya dijelaskan secara detail, tetapi sebuah tanda dapat sepenuhnya dijelaskan sejauh ego sadar yang bersangkutan telah berfungsi. Simbol sendiri adalah sebuah pola dasar, dan kita menyajikannya secara lisan dalam bentuk tanda.  Sehingga kita dapat mengatakan, bahwa pada akhirnya intrepetasi yang kita katakan adalah sebuah pawenjatahanan simbol tipikal.

Kemudian Jung juga menyatakan bahwa "Dalam mimpi kita, kita hanya sebagai bersegi banyak seperti dalam kehidupan sehari-hari kita, dan hanya karena Anda tidak bisa membentuk sebuah teori tentang aspek-aspek banyak kepribadian sadar, maka anda tidak dapat membuat teori umum dari mimpi". Lalu ia juga menunjukkan bahwa sementara simbolisme mimpi pribadi bervariasi dengan pemimpi, impian simbolisme universal adalah memungkinkan untuk ditafsirkan. "Pada tingkat kolektif mimpi, praktis tidak ada perbedaan dalam diri manusia, sementara ada perbedaan pada semua tingkat pribadi". Ketika menganalisa mimpi, Jung menunjukkan bahwa kita; "menolak semua pendapat yang terbentuk sebelumnya, namun tahu bahwa mereka membuat kita merasa, dan mencoba untuk menemukan hal-hal yang berani  bagi klien". Maka kita harus mempertimbangkan karakteristik  kepribadian, agama, dan keyakinan moral setiap kali kita membahas simbolisme mimpi.

Seorang psikolog Nichols Amerika mengatakan bahwa "Gambar-gambar pada kartu Tarot menceritakan kisah simbolik seperti impian kita, ia datang kepada kita dari tingkat yang di luar jangkauan kesadaran dan jauh dari pemahaman intelektual kita". Menurut pandangan ini, kartu Tarot dapat diinterpretasikan dalam cara yang sama dengan analisis mimpi Jung.

Maka dengan  pola-pola kemungkinan pada setiap permainan Tarot akan sangat memungkinkan  mendorong intusisi kita mengejar impian-impian yang tertanam dalam bawah sadar dan merefleksikan dengan cara-cara pengambilan yang acak. Mari kita mencoba dan melakukan kajian spesifik dengan menggunakan karakteristik MBTI, dan dinamika kepribadian dengan Tarot Psikologi untuk menemukan resolusi pada tiap permasalahan sesuai dengan tipe kepribadian. Selamat Mencoba ....


Hisyam A Fachri
Consultant and Therapist Mind Hypnosis in Psychological
Pencipta kartu Tarot Nusantara

Sabtu, 05 Maret 2011

Tarot Major Arcana White Rider

(0 ) The Fool
Matahari dibelakang the fool mensugestikan suatu spirit divinasi yang memenuhi semua ciptaan dengan hidup. The fool melangkah ke jurang : jiwanya berbicara mengenai sebuah tubuh baru dan waktu kehidupan. Divine Child yang dikirim dari atas untuk membawa pembangkitan spiritual pada humanitas. The fool adalah suatu pemberian kehidupan yang universal, sesuatu yang sering disebut sebagai superconsciousness, suatu realita tak berubah yang mengekspresikan dirinya melalui perubahan terus menerus. The fool, memiliki sejumlah kemiripan dengan joker dalam kartu remi.




(I) The Magician
Gerak tangan The Magician mengomunikasikan aksioma hermetik kuno, “Seperti halnya atas, begitu pula bawah; seperti halnya bawah, begitu pula atas”. Setiap personalitas manusia atau ego,adalah roda,medium, atau chanel (kanal) yang menembus menuju satu spirit divinitas yang manives dalam diri sendiri. The magician juga adalah kemawasan suatu bagian yang memiliki intensi dan atensi pelayanan dalam membawa hasrat anda menjadi suatu bentuk. Empat alat di atas meja menyimbolkan empat-lipatan proses kreasi: inspirasi (wands), imajinasi (cups), diskriminasi (sword) dan manifestasi (pentakel).


(II) The High Priestess
Pendeta Perempuan merepresentasikan netralitas komplet seperti ditampakkan Sang Pendeta perempuan yang duduk diantara pilar polaritas positif dan negatif. Gulungan yang ada di pangkuannya mensugestikan bahwa dia membawa sebuah catatan mengenai semua yang terjadi antara anda dan ras manusia. Resepitivitas dari the Priestess adalah personal subconscious anda dan collective unconscious yang digulung menjadi satu.