Komunitas Tarot Surabaya Fullmoon

Membantu menemukan sejatinya manusia dan menjadi manusia sejati

Komunitas Tarot Surabaya Fullmoon

Membantu menemukan sejatinya manusia dan menjadi manusia sejati

Komunitas Tarot Surabaya Fullmoon

Membantu menemukan sejatinya manusia dan menjadi manusia sejati

Komunitas Tarot Surabaya Fullmoon

Membantu menemukan sejatinya manusia dan menjadi manusia sejati

Komunitas Tarot Surabaya Fullmoon

Membantu menemukan sejatinya manusia dan menjadi manusia sejati.

Sabtu, 05 Maret 2011

Tarot Major Arcana White Rider

(0 ) The Fool
Matahari dibelakang the fool mensugestikan suatu spirit divinasi yang memenuhi semua ciptaan dengan hidup. The fool melangkah ke jurang : jiwanya berbicara mengenai sebuah tubuh baru dan waktu kehidupan. Divine Child yang dikirim dari atas untuk membawa pembangkitan spiritual pada humanitas. The fool adalah suatu pemberian kehidupan yang universal, sesuatu yang sering disebut sebagai superconsciousness, suatu realita tak berubah yang mengekspresikan dirinya melalui perubahan terus menerus. The fool, memiliki sejumlah kemiripan dengan joker dalam kartu remi.




(I) The Magician
Gerak tangan The Magician mengomunikasikan aksioma hermetik kuno, “Seperti halnya atas, begitu pula bawah; seperti halnya bawah, begitu pula atas”. Setiap personalitas manusia atau ego,adalah roda,medium, atau chanel (kanal) yang menembus menuju satu spirit divinitas yang manives dalam diri sendiri. The magician juga adalah kemawasan suatu bagian yang memiliki intensi dan atensi pelayanan dalam membawa hasrat anda menjadi suatu bentuk. Empat alat di atas meja menyimbolkan empat-lipatan proses kreasi: inspirasi (wands), imajinasi (cups), diskriminasi (sword) dan manifestasi (pentakel).


(II) The High Priestess
Pendeta Perempuan merepresentasikan netralitas komplet seperti ditampakkan Sang Pendeta perempuan yang duduk diantara pilar polaritas positif dan negatif. Gulungan yang ada di pangkuannya mensugestikan bahwa dia membawa sebuah catatan mengenai semua yang terjadi antara anda dan ras manusia. Resepitivitas dari the Priestess adalah personal subconscious anda dan collective unconscious yang digulung menjadi satu.

Kamis, 24 Februari 2011

Bargaining Position dalam Dunia Tarot

Dalam hal dunia bisnis,posisi tawar menawar dalam sebuah negosiasi bisnis atau menempatkan pribadi kita sebagai aset yg punya kekuatan setara dalam dunia bisnis adalah sebuah keniscayaan yang dikejar oleh para individu di dalam dunia bisnis maupun dalam peran hidup manusia.

Sama halnya dalam sebuah dunia Tarot bahwa bargaining position seorang tarot reader menentukan hidup mati dia dalam kehidupan ekonomi dia jika dia seorang tarot reader profesional,posisi tawar menawar atau bargaining position bukan mengakar pada jenis kartu yg dia pegang namun lebih mengakar kepada pribadi pemegang kartu tarot.

Persoalan muncul,bagaimana cara membangun sebuah bargaining position dalam dunia tarot?

Secara umum,sebagai sebuah analogi bahwa semua orang bisa belajar dan membaca sebuah kartu tarot jenis apapun lepas dia punya bakat atau tidak,karena ini hanya soal anda teliti dan giat belajar.dari titik ini bisa kita pelajari bahwa setiap orang bisa baca kartu tarot dan punya style sendiri dalam baca tarot,ada tarot reader punya gaya A maupun F,gak ada yg perlu dirisaukan jika anda punya style sendiri ,tak harus anda mengekor orang lain.

Tarot adalah dunia yg dinamis dan tak ada ikatan ketat yg kudu menentukan bahwa anda kudu standard model ini dan sebagainya dalam sesi baca.

Dari sesi baca anda bisa mulai membangun sebuah citra diri dalam proses tawar menawar dengan market,gaya own style kita akan menentukan arah pasar kita kemana sebagai contoh jika gaya baca kita cenderung diam dan mengalir kata kita dan tidak menghakimi seseorang maka orang akan nyaman dengan posisi kita dan orang akan cenderung balik ke kita walau di luar sana ada ratusan orang dengan profesi yg sama.

Pembentukan pribadi yg calm dan tidak menghakimi adalah sebuah nilai jual yg bisa kita ambil as selling poin dalam tawar menawar posisi ,dan orang di luar sana punya tendensi berkeluh kesah,melepaskan beban hati dan merasa bebas ngobrol dengan kita jika pribadi kita calm dan satu hal lagi open minded whatever orang mau ngobrol apa.

Jika sukses di stage ini maka secara otomatis seorang tarot reader sudah punya market pasar tersendiri,orang dengan mudah terkesan dan akan selalu konek dengan kita,terkesan dengan pribadi kita.dus posisi tawar menawar kita dalam sebuah proses nego akan menguat juga.

Orang akan nyaman dan mengiyakan posisi tawar kita berdasar sebuah pondasi pribadi diatas bukan berdasar sebuah acuan berapa banyak jenis kartu tarot yg kita punya atau angkernya plus kuatnya energi kartu tarot..most important think is a man behind the gun...bahwa kita menjual sebuah produk jasa berdasar daya pribadi kita,hal ini more secure daripada kita jual image jasa tarot atas image kartu tarot yg kita pegang.

wajar Kadang kita merasa stag karena market tarot kita jalan di tempat tanpa ada perubahan karena kita cuma menjual sebuah produk kartu tarot dan bukan menjual sebuah produk berdasar pribadi utuh kita.

Orang akan menganggap kita cuman angin lalu,orang datang untuk curhat dan kemudian melupakan kita karena kita cuma menjual produk atas dasar daya cerita tebaran tarot dan bukan menjual nilai lebih diri kita,karena bagaimanapun tarot hanya kartu semua tergantung sang operator..diri kita

Dari sini kita membangun sebuah kontruksi dan membuat road mapping pribadi kita bahwa kita adalah sebuah aset seharga gading gajah lebih berharga dari sebuah nilai kartu tarot..kita jual kemampuan pribadi kita bukan jual apa jenis kartu tarot yg kita pegang.

frenchleghorn@gmail.com
Mbah Darmo

Senin, 21 Februari 2011

Pandowo Limo Mukso

~kawruhono, dununge urip puniki
lamun mbendjang yen wus palastro
kasedan djati ngendi parane,
umpama'no peksi mabur mengsah saking kurungan
djiwo ninggalke rogo, bali marang Ywang Agung,
umpama'no wong lungo sondjo, ndjang sinandjang
wong lungo sondjo wajibe mulih
mulih neng ngisor sembodja...~

ketika usai sudah bharatayudha,
senyap pula ajang kurusetra,
ke arah manakah jwa-jiwa hYang tenang...
berangkatlah sang Pandawa Lima
seiring sejalan melanjutkan perjalanan sang Jagad alit
mendaki menapaki gunung-an kamokhsan - kasampurnan...

gunungan I
langkah naKuLa - Sadewa terhenti,
sang putra kembar Bhatara Yama
Na-KuLo... terbebani ke-aku an nya,
daya intelektual, tutur kata tata bahasa kesusastraan, ketrampilan ragawi memainkan pedang
Sa-Dewa... terbebani daya pikir nya,
merasa manusia pilhan para dewa, menguasai jagad pengetahuan...

gunungan II
sang Permadi, ya Arjuna ya Raden Janoko
sang putra Bathara Indra
menyusul menghentikan langkah pendakian,
terbebani ke-aku an nya...
keelokan paras ragawi, kesaktian kadigdayan,
sang pemuja ekspresi cinta kasih ragawi...

gunungan III
sang perkasa Bima putra Pandu, ya Haryo Werkudoro
sang putra Bathara Bhayu
pun menyusul... terhenti langkah pendakian nya
terbebani... ke-aku an nya
merasa "berhasil" menyatu bersama sang Dewa Ruci
merasa menemukan keabadian hYang sedjati
sebuah kemelekatan ego-spirituaL...

tinggaLLah dalam kesendirian
dialah sang putra Bathara Dharma
sang ksatria sedjati cahyaning para Pandawa
ialah Prabu Puntodewo, ya Yudhistira,
ya Raden Samiadji, ya Dharmoputro
bersama seekor anjing putih mulus yg menemani,
dalam langkah perlahan setapak demi setapak
tekun setia penuh kesabaran,
sampailah hingga puncak pendakian,
terbukalah pintu gerbang kahyangan jagad para Dewata;

Bthara Nurrada: "silahkan masuk anak prabu Puntadewa, tapi biarlah anjing itu tinggal di pintu gerbang ini, dan engkau masuk lah sendiri..."
Puntadewa: "bukankah sudah menjadi kehendak para dewata, siapapun yg menyelesaikan langkah hingga disini, dialah yg berhak memasuki jagad kahyangan para dewata..."
Bthara Nurrada: "sungguh mulia kebijaksanaanmu anak prabu, jadilah apa yg menjadi sabda-mu".
maka. berubahlah wujud lah anjing putih mulus tadi menjadi sang Bthara Darma... ialah yg mendampingi langkah sang Yudhistira... darma bhakti dlm kesabaran-kesetiaan-ketekunan... tiada daya kesaktian kadigdayan, dialah sang Raden Samiadji... pemegang amanah jamus kaLimaSada sebagai satu-satunya pusaka perjalanan hidup nya di Marcapada - jagad gelaran alam manusia.


masuklah sang Raden Samiadji ke dalam SwargaLoka... tempat  serba "kenikmatan' para dewata, tampak di dalamnya... para bala-Kurawa, sang Resi Dorna. patih Sengkuni, sang durjana Duryudana, Dursasana dan seluruh keluarga kurawa berada dalam "kenikmatan" alam dewata SwargaLoka.
Bthara Nurrada: "anak prabu Puntadewa, apa yang engkau lihat ini... bagaimana menurutmu...?".
Puntadewa: "eyang Nurrada, daya pikir ku sungguh terbatas, apa yang bisa kutuntut dari apa yg telah menjadi keputusan para dewata... mereka juga para saudara ku, mereka berbuat sesuai apa yg mereka sadari sebagai kebenaran, mereka juga para ksatriya yg membela kebenaran bangsa negara nya menurut kesadaran nya".

Raden Samiadji diiringi para dewata, melanjutkan perjalanan... diperlihatkan padanya "alam kesengsaraan" jagad kahyangan... tampak terlihat oleh prabu Puntadewa...ke-empat saudara kandungnya Bima-Arjuna-Nakula-Sadewa... terbelenggu rantai, terpasung dalam "alam kesengsaraan".
Bthara Nurrada: "anak angger prabu Puntadewa, seperti yang engkau lihat, bagaimana menurut mu ?".
Puntadewa: "eyang Nurrada, setiap dharma kesadaran ragawi akan ngundhuh wohing panggawe, bukankah ini sudah menjadi ketetapan keadilan sang hyang Widhi yg berlaku pula bagi saudara-saudara yang kukasihi".

Bthara Ismaya: " anak prabu Puntadewa... demikianlah kebijaksanaan - kesabaran - kesetiaan mu dlm pakerti Tamburo Maninten, lelaku dharma bakti mu memegang teguh amanah pusaka Jamus Kalimasada telah membabarkan-menggelar Samar - SamaR nya Janji-KU, keSABARan dharma bhaki mu telah mewujudkan-mengejawantahkan Samar Samar nya ADAnya AKU... inilah Esem -SENYUM KU hYang Sedjati".

lalu bagaimanakah kelanjutan perjalanan sang Prabu Puntadewa bersama ke-empat adiknya ? dan bagaimanakah yg terjadi sebenarnya kepada para kurawa ?..... semua ditentukan Gentur Tapabrata dalam LeLaku Dharma Bhakti setiap wujud pribadi Manusia, sebagai wadag- wadah fisik pengejawantahan segala pakerti para dewata;

- masih adakah kemelekatan kebanggaan daya pikir dan ketramplan ragawi ?
- masih adakah kemelekatan kebanggaan keelokan kesaktian kadigdayan ragawi ?
- masih adakah kemelekatan kebanggan ego spiritual merasa paling benar sedjati ?
- masih adakah kesadaran utk menuntaskan Dharma Bhakti dalam keSABARan  keSETiAan keTEKUNan ?

hidup     TANPA    kasih  =   MAUT
kasih TANPA perbuatan =   MATi


saLam sedjatining sedjati,
sungkem wiludjeng ._/\_.
================ 
(Lereng Lawu, Februari-2011).

NB: sosok "lelaki" dalam lakon ini, bukanlah yang sebenarnya... kedemikianan alam kasunyatan-kelanggengan tidaklah mengenal perbedaan "gender"  Laki-Laki / Wanita. jika masih terdapat ganjalan / kesulitan pengertian dalam membaca terkait "gender".... silahkan tambahkan saja "Nyonya Yudhistira, Nyonya Bima, Nyonya Arjuna...dst. :))

Senin, 31 Januari 2011

Kode Etik

Bila tarot mengenal empat warna mewakili empat elemen yang menjadi wujud manusia, dalam buku tulisan DR Harun Hadiwijono menguraikan lebih jauh tentang upaya yang diemban falsafah Jawa untuk pengenalan jati diri, sebagai insan kamil. Dalam bukunya beliau menggambarkan anasir bumi yang berwarna ungu/hitam mewakili lauwamah yang mewujud dalam daging dan kulit. Amarah yang mengandung anasir api berwarna merah mewujud dalam darah. Sedangkan Sufiah yang beranasir air menjadi tulang sumsum. Mutmainah memiliki anasir angin, warnanya putih terdapat pada nafas. Demikian, konsep manusia dalam kebudayaan Jawa yang lebih dikenal dalam paham “sadulur papat kalima pancer“. Sementara dalam filsafat Hindu Bali keberadaan manusia tertuang pada panca mahabuta, menguraikan pretiwi adalah elemen yang mempunyai unsur padat berupa kulit, daging, tulang. Apah yang berunsur cair terwujud pada darah, enzym, getah bening, kadar air dll. Teja yang berunsur sinar, menghantarkan panas. Bayu yang berunsur tenaga, energi, dan napas. Terakhir akasa adalah kandungan unsur kesemestaan.
Dari konsep murni kebudayaan Nusantara yang luhung, penulis menyusun Kode Etik di bawah ini sebagai panduan para pejalan spiritual yang memanfaatkan Tarot Wayang dalam usaha menemukan jati diri.
  1. Aku berjanji pada diriku selalu bersikap seorang profesional dan selalu siap mengulurkan tangan ke pada setiap mereka yang membutuhkan, dengan memperlakukan setiap orang secara hormat dan kerendahan hati serta memperhatikan dan menghargai kartuku sebaik-baiknya.
  2. Sebagaimana air mengalir ke samudera luas aku persembahkan cinta tanpa syarat, dengan mengirimkan energi cinta kasih bagi segenap penghuni alam semesta yang tak tertangkap indrawi: “Semoga semua mahluk hidup berbahagia”. Aku tidak akan membiarkan kehidupan pribadiku mencampur aduk hubungan emosionalku demi kepentingan pribadi dengan kepentingan-kepentingan klienku.
  3. Ketika kuhirup udara aku pun menyadari sesadar-sadarnya bahwa aku adalah bagian dari Kecerdasan Kosmis yang mengajariku kebijaksanaan melalui kekuatan alam semesta. Dengan alasan itu aku tidak harus menjadi jumawa bersikokoh dengan pikiran dan pendapatku terhadap klienku. Karena aku bukanlah Kecerdasan Kosmis itu.
  4. Karena aku hidup di muka bumi, aku menghargai seni wacana tarot senilai harga uang. Namun demikian aku tak akan menolak atau menghindari untuk memberikan pelayanan bagi para klienku yang tak mampu menukar jasa dengan nilai uang. Seni wacana tarot yang kusampaikan selalu mencerminkan kelayakan yang berkualitas untuk dihargai dengan nilai uang, sekalipun tidak menerima jumlah nilai uang tersebut.
  5. Aku menyadari sesadar-sadarnya bahwa sebagai ciptaanNya aku tak bisa apa-apa. Aku tak memiliki kekuatan apapun dan kemampuan apapun tanpa pertolongan Yang Maha Hidup. Aku hanya alatNya yang diberi kepercayaan olehNya untuk menyampaikan pesanNya sebagai rambu-rambu bagi yang bingun. Mendorong keberanian dan semangat berjuang bagi yang tiba-tiba putus asa, dan mengantarkan kesembuhan bagi mereka yang sakit baik mentalnya mau pun fisiknya melalui Anugerah-Nya.

    Hanya Dia Kebenaran itu.

    by Ani Sekarningsih, CTGM,

Sejarah Tarot


Tak seorang pun yang tahu secara pasti di mana dan kapan awal tarot ditemukan. Konon Tarot pada awalnya didisain di lembaran daun emas yang tersimpan rapi serta menjadi bahan penelitian di masa khilafah Iskandariyah. Namun belum sempat tuntas penelitian tersebut, perpustakaan kuno yang terkenal akbar itu keburu dibumihanguskan. Walau begitu menurut catatan-catatan sejarah yang tersebar luas, umur Tarot diperkirakan sudah lahir semenjak sebelum Nabi Musa, dan baru pada abad ke-XIV kartu Tarot mulai dikenal di benua Eropah. Berkat jasa para naib atau kyai Mesir yang memperkenalkannya dalam rangka menguji karomah para santri pada abad kejayaan Islam di Spanyol.
Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, sepintas telah disinggung, bahwa tarot dinyatakan masuk Spanyol pada permulaan abad ke-13. Dikenal dengan istilah naypes atau naib.yang artinya dalam bahasa Arab adalah “wakil.”
buku_the_sufis.jpgIdris Shah dalam bukunya The Sufis mengatakan bahwa bahan-bahan asli tarot yang digunakan dalam helai-helai kartu tarot tersebut merupakan hasil penemuan yang sampai hari ini masih ada. “Wakil” di sini dimaksudkan merupakan representasi ajaran para penghayat sufi yang menguraikan adanya pengaruh alam kosmik kepada kemanusiaan. Dan menurut tulisan E.S. Taylor dalam bukunya The History of Playing Cards (1865) memperkuat teori bahwa Tarot masuk ke Eropah melalui Spanyol dan Itali pada tahun awal 1300-an Masehi oleh orang-orang Muslim Saracen.
Dari beberapa ragam referensi yang tersebar luas juga tercatat dugaan-dugaan bahwa perjalanan Tarot datang dari Cina, dan mendapatkan bentuk perkembangannya di India.
Banyak orang memperkirakan permainan kartu sesungguhnya berasal dari Cina dan Korea sejak abad 10 - 12 Sebelum Masehi, berdasarkan disain uang kertas.
Hampir dapat dipastikan perkenalan Tarot yang lebih intens karena peran para jipsi, yang meninggalkan India ke Mesir, Fez, Maroko, diikuti kemudian jejak para sufi, dan penganut kabala pada zaman N.Musa. Para jipsi tersebut kemudian hidup mengembara secara cerdas di Eropah dan Asia.
Sampai dengan saat ini dokumen asli ke-22 Arkana Utama kartu Tarot masih tersimpan di musium di Kota Fez, Maroko.
Pada tahun 1367 penguasa di kota Bern, Swiss pernah melarang secara resmi permainan tarot sebagai ajang perjudian. Yang kelak pada 1376 penguasa kota Firenze, ibu kota propinsi Tuscany di Italia mengikuti langkah yang dirintis penguasa kota Bern.
1392 terdokumentasi 17 helai disain tarot yang diciptakan oleh Jacquemin Gringonneur sebagai persembahan pada Raja Charles VI Perancis dan kini tersimpan di Bibliotheque Nationale di Paris. Dalam perkembangannya di kemudian hari, pada penghujung abad XV Tarot de Marseilles menjadi sangat kondang sampai dengan hari ini.
Perlu diingat di India permainan kartu tidak digunakan sebelum awal kemunculannya di daratan Eropah. Kumpulan kartu mereka berbentuk bulat terdiri dari 8 - 10 kemasan kartu yang masing-masing terdiri dari 12 helai kartu.Yang menarik di sini keempat lengan Dewi Ardhanari digambarkan memegang piala, tongkat, pedang dan cincin sebagai simbol materi atau uang. Namun khusus disain Dewi Ardhanari sama sekali tak pernah diperkenalkan atau digambar secara sembarang pada kartu.
Tarot kemudian semakin berjaya di utara Itali pada awal abad 15. Berkat jasa penciptaan keluarga bangsawan Visconti-Sforza pada 1432-1440. Yang mencipta desain kartu tarot sesuai dengan cita rasa kesenian yang berkembang saat itu, sebagai hadiah istimewa bagi pernikahan putra-putri mereka.
Pada akhir abad XVIII tatkala terjadi Revolusi Perancis. Seni membaca tarot berkembang dengan pesat karena kondisi negara yang pada saat itu serba tak pasti. Sehingga membawa keberuntungan bagi Etteilla dan Madame Lenormand yang mencipta beragam disain tarot dan kemudian menjadi bahan rujukan sampai hari ini. Sejak saat itu nama dan disain yang semula didisain bangsawan Itali mengalami perubahan besar dan disain terbaru tersebut menjadi kunci dasar perkembangan Tarot di kemudian hari.
Awal abad 20 semakian berkembang dengan perkenalan berbagai kumpulan disain tarot yang diterbitkan Inggris dan Amerika berdasarkan kebudayaan mistik Barat, Kabalah yang erat hubungannya dengan dunia astrologi. Di antaranya kartu-kartu terkemuka tersebut umum telah kita kenali kemasan Tarot Waite, Crowley, Case dan Zain. Terutama semenjak 1960 kreativitas para seniman tarot membuat loncatan besar dalam memproduksi disain-disan baru tarot di segenap penjuru dunia. Belum lagi terhitung para seniman yang menerbitkan disain tarotnya secara sangat pribadi. Satu pertanda bahwa manusia dari zaman manapun dengan beragam keyakinan tetap memerlukan jawaban yang mudah dan cepat dipahami saat tersandung masalah.

Kemurnian
Teori tentang kemurnian asal tarot sampai hari ini masih seru diperdebatkan. Namun tak ada salahnya kita catat mereka yang berjasa membuat penelitian tentang Tarot antara lain adalah Court de Gebelin (1723-1767), yang meyakini tarot berawal sebagai alat inisiasi di Mesir untuk menjadi pendeta. Keyakinan Gébelin keliru setelah Champollion berhasil menemukan cara membaca huruf Mesir Kuno (hieroglyph). Kemudian, sampai detik ini para peneliti tentang Mesir Kuno tidak pernah menemukan kata Tar dan Ro dalam bahasa Mesir Kuno seperti apa yang pernah diklaim oleh Gébelin. Tetapi, pada saat Champollion berhasil memecahkan kode kode hieroglyph itu, The Book of Toth, sebuah buku yang menjelaskan tentang mistik Mesir Kuno sudah telanjur beredar dengan luas dan dipercaya oleh masyarakat umum.
Etteila, seorang peramal di masa kejayaan Napoleon yang mendalami keeratan hubungan deskripsi angka-angka ilmu hitung menemukan adanya kemurnian hubungan erat disain tarot Thoth-Hermes. Sebagaimana dipercayai bahwa Dewa Thoth adalah konsultan dewa Osiris yang terkenal sebagai dewa kebijaksanaan yang mempunyai keahlian menulis, pengukur waktu, dan penemu angka bilangan.
Eliphas Levi (1810-1875), pada tahun 1854 mempublikasikan bukunya “Dogme et Rituel de la Haute Magie” atau yang dalam Bahasa Inggris lebih dikenal dengan “Transcendental Magic“, dikenal sebagai pendiri fondasi meramal dengan kartu Tarot. Ia menolak ide Etteila, tetapi kembali kepada pemikiran Gébelin, dengan menambahkan sistem Kaballah (mistik Ibrani Kuno) dan empat elemen alkemi pada kartu Tarot.
Papus (1865-1916), seorang ahli fisika dan filsafat ilmu gaib yang menulis buku The Tarot of the Bohemians. Papus meyakini bahwa kartu-kartu tersebut murni berasal dari Mesir. Menggambarkan sebagai alat uji dan pembayatan di bawah piramid. Tatkala kuil-kuil yang penuh misteri runtuh maka para ahli tafsir agama memutuskan bahwa kebajikan adalah sesuatu yang sangat luhung untuk dipahami orang biasa, sehingga mereka akhirnya merahasiakannya dan hanya mengajarkan kepada orang-orang yang memang sudah mencapai kemakrifatan saja. Bagi masyarakat awam cukup diberikan dasar-dasar permainan lambang yang tidak mengundang risiko besar. Adalah orang-orang jipsi yang memperkenalkan lambang-lambang itu dengan secara mudah dipahami
A.E. Waite (1857-1942), berkebangsaan Inggris ahli filsafat ilmu gaib dan salah satu anggota Golden Dawn, berpendapat ada unsur-unsur kesengajaan yang membelokkan perhatian guna menjaga kerahasiaan lambang-lambang kearifan Tarot. “Lambang-lambang luhur Tarot berbicara melalui bahasa alam semesta yang tidak dibatasi oleh bahasa manusia atau lambang-lambang dangkal. Bahasa alam semesta mudah dipahami hanya dengan kejiwaan yang sehat, jernih, dan bening sebagaimana kita mengenali huruf alfabet dan mampu menyusun kata yang membentuk arti-arti tertentu.”
Aleister Crowley (1875-1947), yang juga salah seorang anggota Golden Dawn, menganggap keaslian Tarot tidak perlu dipermasalahkan secara dramatis. Dia mngatakan bahwa masing-masing orang mempunyai peta lambang dari Yang Maha Akbar menurut proses tanjakan kejiwaannya untuk mencapai dimensi lebih tinggi. Dan untuk memahami setiap lambang kartu, seseorang dianjurkan untuk menetapkan temuan kearifan kartu-kartunya berdasar waktu dan perkembangan kepribadian masing-masing orang.
Paul Foster Case (1884-1954), seorang perintis yang sukses memgembangkan kursus tarot melalui surat-menyurat, menganggap bahwa tarot dicipta orang pada abad XI Masehi di Fez, Maroko sejak hancurnya perpusatakaan akbar di Iskandariah. Maksudnya untuk tetap memelihara kebijaksanaan di planet bumi ini agar tidak punah.
Case membuka kursus tarot dengan menggalakkan meditasi yang berhubungan dengan tarot- astrologi, angka bilangan, warna, suara dan Pohon Kehidupan.
Banyak juga orang beranggapan bahwa Hugh de Payens, salah seorang anggota Knight of Templar turut mempunyai andil besar dalam memperkenalkan Eropah pada filsafat dan seni budaya Timur pada tahun 1188 Masehi.
C.C. Zain dalam bukunya yang kondang di India dan Mesir meyakini bahwa Tarot datang melalui Atma Bodha atau Book of Soul Knowledge. Disain Tarotnya berlatar belakang berdasar deskripsi pelambang Iamblichus, yakni seorang Neoplatonis abad ke-4 Sebelum Masehi.
P.D. Ouspensky (1878-1947) menyampaikan teori lain yang mengatakan bahwa penemu tarot sesungguhnya adalah seorang ahli filsafat dan alkemi, bernama Raymond Lully yang hidup pada abad ke-XIII dan menulis buku “Philosophical Machine“. Masih menurut Ouspensky, ia juga memperkirakan bahwa Tarot sesungguhnya merupakan rangkaian sipnosis dari ilmu hermetik. Yakni tak lain adalah suatu sistem yang mempelajari hubungan kejiwaan manusia dengan alam gaib dan dunia yang nyata.
Ani Sekarningsih, CTGM (1940-….), yang merintis perkenalan tarot di Indonesia lebih tembus pandang, mengatakan: “Masa depan selalu merupakan permainan teka-teki yang ingin dijembatani siapapun. Tetapi dalam mengungkap rahasia hidup, ternyata akal tak selalu mampu menembusnya.
Pola pendidikan selama ini hanya menitik beratkan pada penggunaan akal hanya buat berpikir rasional. Tidak terbetik dalam pemikiran kelompok para pendidik untuk menjadwalkan suatu kurikulum yang meluangkan pentingnya latihan intensitas mengasah kejiwaan.”
Adalah Freud dan Gustav Carl Jung yang telah berjasa merintis pentingnya ilmu kejiwaan itu. Yang dengan arif mereka juga mengakui bahwa Tarot adalah salah satu alat bantu yang cukup mustajab untuk mengembalikan kepercayaan diri dan menemukan potensi seseorang.
Dengan terpublikasinya bunga Rampai Wacana Tarot (2001) dan Tarot Wayang serta buku Panduan Tarot Wayang yang ditulis dalam dua bahasa, Indonesia-Inggris (2002) patut diakui Tarot di Indonesia dalam waktu singkat mengalami perkembangan pesat dan dikenal hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia.
Kiranya tampilnya Tarot Wayang yang mewakili budaya Indonesia patut menjadi kebanggaan Indonesia telah memperkaya disain-disain Tarot sehingga dikenal di mancanegara.


Kepustakaan:
The Tarot. Richard Cavendish
The Devil’s Picture Book. Paul Huson.
The Encylopedia of tarot. Stuart Kaplan, volume I - IV.
The Women’s Encyclopedia of Myth and Secrets.
The Tarot: The Origins, Meaning and Uses of the Cards
The Tarot of the Bohemians. Papus
Bunga Rampai Wacana Tarot. Ani Sekarningsih
Panduan Tarot Wayang. Ani Sekarningsih,CTGM

Rabu, 19 Januari 2011

Sejarah Tarot

Asal usul permainan tarot tidak jelas. Sejarahnya terletak pada misterinya itu sendiri, namun justru disitulah letak  power dari tarot. Tarot bukanlah berasal dari ideology tertentu atau produk dari kekuasaan tertentu. Tarot hadir sebagai eksistensi symbol – symbol mitologis dalam kehidupan manusia. Kehidupan manusia yang membentang di masa lalu dan masa depan yang tak terbatas Pada sub bab ini, kita coba melihat bahwa Tarot itu sendiri memiliki pluralitas legenda yang bertutur tentang keberadaannya.

Tarot pernah dikisahkan dibawa ke Perancis untuk menghibur Raja Charles VI (memerintah dari 1380 – 1422) yang lesu dan tertekan. Permainan tersebut juga muncul di Italia kira-kira pada waktu yang bersamaan. Pada dasrnya permainan Tarot sederhana dan melibatkan kebajikan dan keburukan teologis. Tidak ada bukti bahwa Tarot digunakan untuk meramal hingga akhir abad keenambelas. Kartu Tarot baru disebutkan sebagai alat untuk meramal dalam sebuah buku yang diterbitkan di Frankfurt pada awal abad ketujuh belas. Kartu Tarot belum digunakan sebagai kartu ramalan hingga abad kedelapan belas dan digunakan pertama kalinya oleh kaum gipsi.

Tarot juga diduga ada dalam ajaran sekte asketik yang hidup di dekat Laut Mati (Dead Sea) di Palestina kuno antara 200 BC dan 100 AD. Dugaan lain, Tarot digunakan filsuf Yunani bernama Cebes, murid dan teman Socrates, yang hidup di abad kelima sebelum masehi. Beberapa orang mengatakan bahwa Tarot bersumber dari ajaran kuno mengenai Hermes Trismegistus, penulis karya terkenal Hermetic Acts and Sciences, yang berisi tarot, astrology, numerology, alkemi, dan sacred geometry. Legenda ini juga mengatakan bahwa Hermes memberikan Tarot pada kaum Gypsy karena mereka adalah pengembara dunia.

Teori lain mengatakan hubungan Tarot dengan Thot yang berasal dari Mesir. Thot adalah dewa pembelajaran dan komunikasi yang dalam mite Mesir dikatakan mencipta Tarot dalam hieroglyphics, bahasa symbol pictorial Mesir. Pemikiran lain mengatakan Tarot berasal dari Maroko, berawal dari legenda Phoenix yang muncul dari abu. Ini adalah simbolisasi sebuah kejadian di jaman Alexandria (390 AD), saat sebuah perpustakaan terbakar dijaman itu, sekelompok pendeta yang bekerja di perpustakaan itu bekerjasama menyelamatkan manuskrip berbentuk gulungan-gulungan dan membawa ke biara. Manuskrip tetap tersembunyi hingga diterjemahkan ke dalam bahasa gambar yang universal, yaitu Tarot.

Ada pula yang berpendapat bahwa Tarot datang dari ajaran kuno aliran misteri di Chaldea, Phoenicia, dan Babylon dalam bentuk “ loose-leaf” buku bergambar. Beberapa orang lagi mengatakan bahwa Tarot berakar dari mesteri Arab (mistisisme muslim sebelum sufi) dan doktrin rahasia pertapa sufi (muslim atau mistis Islam) yang ada pada abad sepuluh dan sebelas.Teori lain mengatakan bahwa Tarot adalah invensi abad sebelas dari para Ksatria Templar di Eropa. Templar membawa “kebijaksanaan terlarang” (forbidden wisdom) dan kembali ke Eropa setelah Perang Salib. Ksatria Templar, adalah alkemis, dan di kemudian hari menjadi Rosicrucians (Fraternitas yang mengorganisasimistis religious di Jerman abad ke-15) melakukan konversi pengetahuan mereka ke dalam kartu permainan.

Semua paparan di atas member gambaran begitu banyak penjelasan mengenai Tarot sehingga sejarah tarot terletak pada misterinya itu sendiri. Yang jelas 22 arkana mayor itu adalah symbol utama dari sebuah kartu tarot. Asalnya dari 22 huruf di dalam Abjad Ibrani. Abjan Ibrani adalah yang digunakan untuk menulis Kitab Suci Yahudi dan Kristen.
Abjad Ibrani adalah: Aleph, Beth, Ghimel, … dsb.
Abjad Arab adalah: Aliph, Bha, Tha, … dsb.
Abjad Yunani adalah: A, B, C, … dsb.
Semua abjad ini berasal dari abjad penemuan Bangsa Phoenica yng menguasai lalu lintas perdagangan di Laut Tengah pada ribuan tahun sebelum Masehi. Bangsa Phoenica berhasil menemukan cara untuk menuliskan abjad dengan cara yang praktis, sehingga ditiru oleh bangsa-bangsa lain, termasuk oleh orang Ibrani, Arab, dan para bangsa Eropa.

Pada pihak lain, orang Phoenica tidak menciptakan dari nol. Mereka melakukan adaptasi dari tulisan pictograph milik orang Mesir Kuno. Tetapi, budaya Mesir tidak berhasil menciptakan tulisan yang praktis, orang Phoenica berhasil, dan kita yang termasuk menikmati manfaatnya.

Jadi, karena 22 Arkana Mayor itu melambangkan (atau menggambarkan, atau meringkaskan) ke 22 abjad Ibrani yang merupakan adaptasi dari abjad Phoenica, yang pada gilirannya merupakan adaptasi dari pictoghraph Mesir Kuno, maka sebagian orang berpendapat bahwa asal Tarot adalah dari Mesir Kuno.

Dan di sini muncul aspek mitologis tentang Nabi Musa yang membawa intisari ajaran Mesir Kuno tentang ketuhanan dan mengadaptasinya menjadi kepercayaan Ibrani terhadap JHWH (terkadang dibaca Jehovah atau Jahveh; kenapa? Karena abjad Ibrani tidak memiliki huruf hidup selain Aleph).

Mungkin pada jaman Musa (3500 tahun yang lalu?), abjad Ibrani belum terbentuk secara baku, sehingga tradisi dilanjutkan secara lisan, termasuk Taurat (5 buku pertama di dalam kitab suci Ibrani dan Kristen) yang menurut tradisi ditulis oleh Nabi Musa.

Kabalah juga sering dikaitkan dengan Tarot adalah ajaran mistik atau esoteric Ibrani yang, menurut saya, tidak asli ibrani, melainkan banyak bercampur dengan ajaran estorik dari Yunani Kuno (dengan eksponennya tokoh-tokoh semi legendaries: Pythagoras, Plato, dsb). Kabalah dikaitkan juga dengan Nabi Musa yang mungkin cuma separuh benar. Di sinilah bias terlihat bahwa tarot dan kabalah memiliki hubungan.

Tarot terdiri dari 22 arkana mayor (jalan utama), dan 56 arkana minor (jalan biasa). Total jumlahnya 78 kartu. Jalan utama adalah archetypes menurut Carl Gustav Jung, dan jalan biasa adalah keseharian (mundane activities in the everyday world).

Ada 4 unsur: api, air, tanah, dan udara; ditambah roh. Kalau kita berbicara, biasanya cuma disebutkan bahwa tarot terdiri dari 4 elemen. Sadulur papat, menurut istilah kejawen. Tetapi, kalau mau lengkap, sebenarnya ada 5; yang kelima adalah pancer (roh). Jadi: Sadulu Papat Kalima Pancer (empat unsure plus roh). Roh atau spirit ini, bias pula dipahami sebagai ego atau jiwa manusia. Sedulur papat ini adalah empat saudara manusia yang juga kerap dilambangkan dengan empat penjuru mata angin (Timur, Barat, Utara, Selatan).

Dalam Jung saya melihat kesejajaran ini dengan empat fungsi kepribadian, kognisi, emosi, intuisi, dan pengindraan. Manusia memiliki keempatnya meski cuma satu yang dominan di tataran sadar ditambah satu lagi sebagai pendukung, sementara yang dua tak aktif dan masuk dalam tataran nirsadar. Keempat hal inilah yang membentuk ego manusia.


Sabtu, 04 Desember 2010

Multi Dimension Tarot Reader - by Mbah Darmo by Komunitas Tarot Surabaya on Saturday, December 4, 2010 at 12:51pm

Selama saya membuka jasa konsultasi baca tarot selama kurun waktu 4 tahun lebih
Saya sering bertemu dengan beberapa tarot reader dari berbagai kota di Jawa
dan saya Mengamati ada kecenderungan cara baca mereka cenderung menjadi
dangkal Karena mereka hanya sekedar baca tarot dan sekedar menasehati client
plus mereka Menerima fee dari hasil jerih payah mereka.

Sesungguhnya banyak hal yang bisa mereka atau kita gali dari sebuah pekerjaan
Baca tarot karena diluar anggapan bahwa pekerjaan ini sekedar entertainment
belaka Ada sisi yang mungkin tidak terlalu dianggap serius oleh orang lain bahkan
oleh Seorang tarot reader.

Tarot reader jika saya mau jujur adalah orang yang dikaruniai kecerdasan logika
dan Hati atau bahkan spiritual diatas rata rata orang biasa,mengapa saya bisa
mengatakan Hal ini?

Secara logika harusnya seorang tarot reader dalam proses menguasai sebuah
bacaan Kartu tarot bukan hanya dituntut sekedar membaca namun ada proses
yang panjang Dibalik itu,saya menyebutnya teknik BACA,PAHAMI,LAKUKAN.

Seorang tarot reader dalam segi membaca kudu waspada dengan kartu yang dia pegang
Dia bisa membaca symbol didalam kartu dan saya mengamati paling tidak ada 10
Symbol dalam setiap kartu mulai dari symbol warna,angka,symbol orang,symbol utama,
Dan symbol yang tak kasat mata di dalam kartu tarot karena saya percaya bahwa
Setiap kartu tarot punya symbol khusus di mata pemegangnya.

Dalam hal memahami sebuah kartu tarot ,seorang pembaca butuh kesabaran dalam
Menelaah setiap symbol di dalam kartu tarot dan bagaimana dia memahami
Arti symbol itu secara mendalam dan bagaimana dia berinteraksi dalam kontek
Microkosmos dan makrokosmos,semakin dalam pemahaman seorang tarot
Reader akan makna symbol maka saya yakin akan semakin dalam dan tinggi
Nilai spiritual seorang tarot reader.

Perlu saya ingatkan bahwa secara kasat mata ,sebagaimana ditulis oleh para cerdik
Pandai jaman dulu bahwa alam semesta ini dimaknai sebagai gambaran atau dipenuhi
Makna simbolik,bahwa alam semesta ini adalah gambaran sabda TUHAN yang
Secara tersirat tergelar dan hanya orang yang terbuka dan melek yang bisa membaca
Tanda simbolik alam semesta dan tanda itu salah satunya berada di kartu tarot.

Seorang kartu tarot setelah melewati tanda atau fase paham maka akan menginjak
Fase melalukan dalam artian,begitu dia baca dan paham makna sebuah kartu
So apa yang dia lakukan bagi diri sendiri tau orang lain,dalam hal ini sekali
Lagi seorang tarot reader bukan hanya sekedar menyampaikan sebuah bacaan
Karena ada fase lain di poin ini,

Dalam menyampaikan sebuah pesan dari sebuah bacaan kartu tarot dan agar bacaan
Tarot kita setajam pisau silet dalam membedah suatu kasus,mau tak mau
Kita bersinggungan dengan dimensi yang komplek dari seorang manusia
Plus kita dituntut melengkapi bacaan kita dengan referensi ilmu yang multi dimensi

Sebuah bacaan tarot bagi saya adalah bacaan yang multi tafsir bagi orang lain
Walaupun core atau intinya akan sama,ketika kita membaca suatu kasus client
Kita akan berusaha keras menyakinkan si client dan itu berarti kita bersinggungan
Dengan ranah psikology,NLP,etiket,culture dan tatanan social dengan siapa
Kita berbicara karena setiap tingkatan manusia mempunyai tingkatan pemahaman
Dan kepekaan yang berbeda pula.

Seorang taror reader akan dianggap gagal jika dia membatasi diri hanya sekedar
Menbaca kasus client dan mendapat fee dari bacaan,seorang tarot dituntut punya
Tanggung jawab moral ketika dia paham isi bacaan dan dalam waktu sekian detik
Kudu bisa menyampaikan bagian pesan mana yang bisa disampaikan ,disensor
Atau disampaikan dengan nada,kalimat yang lebih halus dan seorang
Tarot reader kudu bisa membaca suasana client atau istilah kerennya menerawang
Jauh ke dalam batin si client,bagaimana suasana batin dia ketika dia bertanya
Kepada kita dalam sesi tarot.

Untuk menjadikan bacaan kita setajam silet maka mau tak mau kita belajar
Numerology,ELP,psikology,body language,budaya ,berusaha peka dengan setiap
Masalah,empaty dan plus penguasaan emosi,pemahaman diri yang dalam
Spiritualitas yang dalam memaknai sebuah symbol dan kasus.

Dan satu hal yang mungkin dianggap konyol atau aneh bahwa kita kudu
Bisa berkomunikasi dengan kartu kita secara bacaan dan energi, akan
Saya jelaskan di tulisan saya kelak+

Dari hasil persilangan multi disiplin ilmu yang saya tulis diatas maka kita
Bisa membaca dengan vision kita apa yang kita baca dan akan sampaikan ke
Klient akan menjadi sebuah gambaran yang jelas dan personal.

Yang terakhir ada seorang teman yang bertanya bagaimana caranya seorang
Tarot reader memaknai sebuah bacaan jika konteknya mengarah ke future

Secara garis besar saya tandaskan bahwa ketika kita atau saya membaca tarot
Dalam konteks future maka selalu saya tandaskan dengan kata kemungkinan
Besar dengan alasan bahwa alam atau fase next atau future dalam artian
Personal saya adalah sebuah lorong waktu yang berisi berbagai kemungkinan
Saya bisa mengatakan client kemungkinan dimasa depan atau ke next time
Akan berada di fase A dengan pijakan fase present maka saya memakai 3 kartu

Sebagaimana sebuah contoh,apa yang akan terjadi jika kita tahu atau melihat
Ada seseorang yang nekat menyeberang di jalan tol yang penuh dengan lalu lalang
Kendaraan?secara logika maka kita akan mengatakan dia akan celaka hanya saja
Kita tak tahu bagaimana tingkat celakanya begitu juga dalam bacaan tarot

Saya hanya mengambil kemungkinan yang paling besar jika konek ke future
Dan itu juga butuh hitungan matematika dan kepekaan batin dan kecepatan
Baca walau rasio tetap saya pegang.

Nah dari urian singkat saya ini semoga ada manfaatnya dan ada pemahaman
Baru bahwa sebuah pekerjaan tarot reader bukan pekerjaan yg renyah
Sebagaimana kita makan kerupuk namun juga berat dan menuntut tanggung jawab
secara moral

Rabu, 10 November 2010

Workshop "how to be Good Tarot reader"

Banyak komunitas tarot menjamur di indonesia, terutama di surabaya ini, dan banyak pula mereka yang baru belajar Tarot hanya sebatas kulitnya saja sudah "merasa bisa" menjadi tarot reader yang baik dan memberi konsultasi kepada para costumer yang ingin dibaca, tanpa memandang dampak dari sisi psikologi dari client tersebut, dan terkadang sang tarot reader itu sendiri cenderung menjudgement / menghakimi tanpa mencari solusi yang... baik untuk sang client.

Nah di sini untuk menghindari hal ini, Fullmoon sebagai komunitas tarot di surabaya mengadakan Workshop dengan tema "HOW TO BE GOOD TAROT READER" Di sini akan di bahas segala kode etik dari tarot reader itu sendiri dan akan diajarkan bagaimana menjadi serorang konsultan yang baik.

Pembicara :

  1.  D. Rishita Dewi ( Mbak Shita )
    ( Membahas tentang Kartu Tarot, Kode Etik Tarot reader, dan meditasi dasar )
    Profile dan pengalaman pembicara :
    •  AstraWorld as an Alliances Relationship Manager
    • Surabaya Tarot Club as the founder 
    • Hard Rock FM Surabaya as a Tarot Countcellor in “Good Morning Hard Rockers” on 89.7 FM, Every Monday-Friday at 9-10 am 
    • Suara Surabaya Media as a Tarot Counsellor in “Apa Kata Tarot” 
    • how on Giga 99.6 FM, Every Thursday at 7-8 pm
    • JTV as a Tarot Countcellor in “Siaran Pagi-Pagi” Every Wednesday at 7-8 am
    • Delta FM event “FFF” as a Tarot & Crystal Countcellor at Sheraton Hotel Surabaya 
    • Penasehat dan pembimbing Full Moon Komunitas Tarot Surabaya
  2. Narulita Kusuma Ayu(Membahas tentang teknik konsuling yang baik )
    Profile dan pengalaman pembicara :
    • psikolog dan trainer
    • founder Philanthropy Center Surabaya
    • manager biro psikologi Metaprogress Surabaya
    • pengajar tidak tetap di Unika Widya Mandala Sby dan akademi kebidanan Surya Sehat Sby
    • pembicara di bbrp acara di stasiun televisi SBO n JTV dan radio2 di Sby

Moderator : Rizky Andrea Kurniawan
- konsultan bisnis dan keuangan,konsentrasi pada manajemen bisnis dan pengelolaan manajemen keuangan
keluarga
- pendamping pengusaha UMKM di beberapa mitra binaan BUMN
- pembicara pada beberapa kegiatan LSM
- tutor pada beberapa sekolah swasta dgn metode mind mapping

harga tiket :

1. Anggota Fullmoon dan STC (Surabaya Tarot Club ) Rp. 25.000,-
2. Pelajar dan Mahasiswa Rp. 35.000,-
3. UMUM Rp. 75.000,-

tiket ini sudah termasuk makan malam dan snack......

NB : Pendaftaran dapat by email ke fullmoonsby@gmail.com dengan mencantumkan nama, alamat, no telp, dan status pekerjaan. Untuk biaya pendaftaran dapat ditransfer ke BCA no rek 7880341205 an Tati Nuryati

Untuk info lebih lanjut :
- fefe (081703575889)
- echa (085731659659)

BURUAN DAFTAR!!! TEMPAT TERBATAS!!!! hanya untuk 35 peserta